Kebakaran pabrik kayu PT Rakabu Sejahtera milik keluarga Presiden ke-7, Joko Widodo di Kalijambe, Sragen, diduga dipicu kebocoran pipa oli pada mesin boiler atau oven pengering kayu. Hal itu diungkapkan oleh Kabid Damkar Satpol PP Sragen, Tommy Isharyanto.
"Dari pemeriksaan awal, api diduga berasal dari kebocoran pipa oli pada mesin oven," katanya dihubungi detikJateng, Rabu (16/9/2026).
Tommy mengatakan kejadian pertama kali diketahui seorang karyawan sekitar pukul 20.00 WIB. Ia mengatakan lahan yang terbakar merupakan aset milik PT Rakabu Sejahtera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya benar terjadi kebakaran, yang terbakar asetnya PT Rakabu Sejahtera," kata Tommy.
Tommy menjelaskan, karyawan awalnya melihat api muncul dari bagian mesin boiler atau oven pengering kayu. Api yang semula kecil kemudian membesar.
Mengetahui adanya api, sejumlah karyawan berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan air dari hidran. Upaya tersebut dilakukan selama kurang lebih dua jam, tetapi api belum berhasil dipadamkan.
"Karyawan pabrik berusaha memadamkan api menggunakan APAR dan air hidran. Kurang lebih dua jam dilakukan pemadaman, tetapi api tidak kunjung padam," terangnya.
Pihak pengelola pabrik kemudian menghubungi Damkar Sragen untuk meminta bantuan. Petugas datang dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu kendaraan double cabin.
"Pemadaman api tidak kunjung padam, kemudian pengelola pabrik menghubungi Damkar Sragen untuk minta bantuan pemadaman," terangnya.
Proses pemadaman dilakukan secara manual dengan bantuan unit pemadam. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WIB.
"Proses pemadaman dilakukan secara manual dan menggunakan unit pemadam. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WIB, butuh waktu sekitar 1,5 jam," ucap Tommy.
Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 14 ribu liter air. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
"Penyemprotan menghabiskan kurang lebih 14 ribu liter," ucapnya.
Akibat kebakaran, mesin oven mengalami kerusakan. Sementara itu, nilai kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.
"Kebakaran tersebut sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan pabrik," pungkasnya.
