Puasa Ramadhan adalah amalan wajib bagi setiap muslim yang memenuhi kriteria dan tidak berhalangan. Sesuai namanya, puasa ini dikerjakan sebulan penuh, tepatnya pada bulan kesembilan kalender Hijriah, Ramadhan.
Dikutip dari buku Puasa Ramadhan, Neuroplastisitas, dan Taqwa oleh Nurhadi Ibrahim, dalil puasa Ramadhan adalah firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 183. Begini lafal Arab dan artinya:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Lebih lanjut, tanggal dimulainya puasa Ramadhan berbeda setiap tahun. Sebab, jumlah hari kalender Hijriah lebih sedikit ketimbang kalender Masehi. Oleh karena itu, tanggal tepatnya perlu diketahui agar tidak terkecoh.
Tentu, tanggal pasti Ramadhan belum bisa diketahui karena pemerintah baru menetapkannya pada akhir Syaban mendatang. Namun, prediksinya sudah bisa diketahui, lho. Simak selengkapnya di bawah ini.
Prediksi BMKG Awal Puasa Ramadhan 2027
Dilihat dari Almanak 2027 keluaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), data hisab menunjukkan 1 Ramadhan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.
Sebagaimana detikers ketahui, Indonesia menggunakan kriteria Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) untuk menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadhan. Dilansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), kriteria visibilitas hilal MABIMS adalah tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Data BMKG dalam publikasi Peta Ketinggian Hilal pada Setiap Awal Bulan Qamariah 1448/1449 H (2027 M) menunjukkan tinggi hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 6 Februari 2027 adalah -4.52° di Jayapura hingga -3.22° di Tua Pejat. Dengan demikian, secara kriteria MABIMS, hilal belum mungkin terlihat.
Alhasil, Syaban 1448 H digenapkan menjadi 30 hari dan baru esoknya, Ramadhan dimulai. Dengan demikian, Ramadhan 2027 diprediksi BMKG dimulai pada Minggu malam, 7 Februari 2027. Puasa hari pertama jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.
Prediksi Muhammadiyah Awal Puasa Ramadhan 2027
Senada dengan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah belum menetapkan awal Ramadhan 2027. Biasanya, Muhammadiyah akan menetapkannya melalui maklumat pimpinan pusat berisikan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah tahun berjalan.
Namun, prediksi Muhammadiyah awal puasa Ramadhan 2027 bisa dicek dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dalam kalender yang diciptakan untuk menggabungkan tanggalan umat Islam di seluruh dunia itu, 1 Ramadhan 1448 H ditulis bertepatan dengan Senin, 8 Februari 2027.
Prediksi Kalender Ramadhan 2027
BMKG memperkirakan Ramadhan 2027 berlangsung genap 30 hari sampai 9 Maret 2027. Di sisi lain, Muhammadiyah memprediksi hanya berjalan 29 hari saja hingga 8 Maret 2027. Berdasarkan kedua perkiraan itu, begini kalender Ramadhan 2027:
- 1 Ramadhan 1448 H: Senin, 8 Februari 2027 (Prediksi awal puasa)
- 2 Ramadhan 1448 H: Selasa, 9 Februari 2027
- 3 Ramadhan 1448 H: Rabu, 10 Februari 2027
- 4 Ramadhan 1448 H: Kamis, 11 Februari 2027
- 5 Ramadhan 1448 H: Jumat, 12 Februari 2027
- 6 Ramadhan 1448 H: Sabtu, 13 Februari 2027
- 7 Ramadhan 1448 H: Minggu, 14 Februari 2027
- 8 Ramadhan 1448 H: Senin, 15 Februari 2027
- 9 Ramadhan 1448 H: Selasa, 16 Februari 2027
- 10 Ramadhan 1448 H: Rabu, 17 Februari 2027
- 11 Ramadhan 1448 H: Kamis, 18 Februari 2027
- 12 Ramadhan 1448 H: Jumat, 19 Februari 2027
- 13 Ramadhan 1448 H: Sabtu, 20 Februari 2027
- 14 Ramadhan 1448 H: Minggu, 21 Februari 2027
- 15 Ramadhan 1448 H: Senin, 22 Februari 2027
- 16 Ramadhan 1448 H: Selasa, 23 Februari 2027
- 17 Ramadhan 1448 H: Rabu, 24 Februari 2027
- 18 Ramadhan 1448 H: Kamis, 25 Februari 2027
- 19 Ramadhan 1448 H: Jumat, 26 Februari 2027
- 20 Ramadhan 1448 H: Sabtu, 27 Februari 2027
- 21 Ramadhan 1448 H: Minggu, 28 Februari 2027
- 22 Ramadhan 1448 H: Senin, 1 Maret 2027
- 23 Ramadhan 1448 H: Selasa, 2 Maret 2027
- 24 Ramadhan 1448 H: Rabu, 3 Maret 2027
- 25 Ramadhan 1448 H: Kamis, 4 Maret 2027
- 26 Ramadhan 1448 H: Jumat, 5 Maret 2027
- 27 Ramadhan 1448 H: Sabtu, 6 Maret 2027
- 28 Ramadhan 1448 H: Minggu, 7 Maret 2027
- 29 Ramadhan 1448 H: Senin, 8 Maret 2027 (Prediksi akhir puasa Muhammadiyah)
- 30 Ramadhan 1448 H: Selasa, 9 Maret 2027 (Prediksi akhir puasa BMKG)
Cara Rasulullah SAW Tetapkan Awal Ramadhan
Dirujuk dari buku Hadits Puasa dari Bulughul Maram tulisan Muhammad Abduh Tuasikal, Nabi SAW mulai puasa Ramadhan saat melihat hilal. Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang tampak di ufuk barat setelah konjungsi.
Lalu, bagaimana jika hilal tidak terlihat karena tertutup awan atau yang semisal? Nabi SAW menggenapkan Syaban menjadi 30 hari dan setelahnya memulai Ramadhan.
Dasarnya adalah hadits berikut:
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا [ قَالَ ] : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ : - إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا، وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا, فَإِنْ ثُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ -
Artinya: "Dari Ibnu Umar RA, ia berkata, 'Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Jika kalian melihatnya lagi, maka berhari rayalah. Jika hilal tertutup, maka genapkanlah (Syaban menjadi 30 hari)."'" (HR Bukhari no 1900 dan Muslim no 1080)
Demikian sekilas prediksi BMKG dan Muhammadiyah seputar permulaan tanggal puasa Ramadhan 2027. Semoga bermanfaat!
