Warga Solo Kaget Namanya Tercatat Jadi Penumpang KM Virgo

Warga Solo Kaget Namanya Tercatat Jadi Penumpang KM Virgo

Tara Wahyu NV - detikJateng
Selasa, 15 Sep 2026 15:13 WIB
Guruh Aji Pangestu saudara kembar penumpang KM Virgon yang bernama Guntur, Selasa (15/9/2026).
Guruh Aji Pangestu saudara kembar penumpang KM Virgon yang bernama Guntur, Selasa (15/9/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Seorang warga Solo, Guruh Aji Pangestu (27) kaget saat mengetahui namanya masuk dalam manifes penumpang KM Virgo Transport yang tenggelam di Selat Jawa. Ternyata datanya dipakai oleh saudara kembarnya yang bernama Guntur Aji Pangestu.

"Kaget juga sih kalau datanya dipakai. Tapi ya enggak bisa dijelasin," ungkap Guruh saat ditemui di kediamannya Jebres, Solo, Selasa (15/9/2026).

Dia menyebut, adiknya selama ini memang bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi. Guruh mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana data tersebut bisa masuk dalam administrasi ekspedisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau data saya dimasukin (ke ekspedisi), mungkin data saya difoto, dipakai gitu, Enggak pernah ganti-gantian," beber Guruh.

ADVERTISEMENT

Menurut Guruh, dirinya memiliki SIM B, sedangkan Guntur saat itu baru memiliki SIM A. Kondisi tersebut diduga menjadi alasan data miliknya digunakan oleh adiknya dalam administrasi kendaraan besar.

"Kalau yang beda SIM, si Guntur sudah punya SIM, cuma kalau untuk armada kendaraan besar dia belum sampai SIM-nya, masih A. Kalau saya sudah sampai B," ujarnya.

Sementara itu, kakak Guntur, Pandu Priambodo, mengatakan adiknya berangkat pada Kamis (10/9). Selanjutnya, dia menuju Surabaya untuk menaiki kapal menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9) malam.

Sebelum kapal mengalami musibah, Guntur masih sempat berkomunikasi dengan ibunya. Saat itu, Guntur menghubungi sang ibu ketika mendapatkan sinyal di kapal.

"Komunikasi terakhir itu sama Ibu. Itu terakhir kalau mau nyampe Banjarmasin mau dikirimin uangnya. Itu sudah dapat sinyal dia itu. Posisi Sabtu malam," ujarnya.

Pandu mengaku sempat mendapat informasi dari rekan Guntur yang selamat bahwa kapal terbalik dalam waktu cukup cepat. Diperkirakan sekitar 15-20 menit setelah kejadian, kapal sudah hanyut dan terbalik.

"Kalau dari rekan-rekan yang selamat itu, kejadiannya kapal itu cepat sekali. 15 menit, 20 menit lah langsung hanyut, kebalik," katanya.

Menurut informasi yang ia terima, Guntur berada di kamar ketika kapal terbalik. Sementara sejumlah penumpang yang selamat berada di area dek atau lobi sehingga lebih mudah menyelamatkan diri.

"Infonya di kamar. Yang lolos, yang selamat itu di dek, di lobby. Infonya kan enggak bisa lari," jelasnya.



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads