2 Anjing Warga Mijen Semarang Mati Misterius, Pemilik Lapor Polisi

2 Anjing Warga Mijen Semarang Mati Misterius, Pemilik Lapor Polisi

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Selasa, 15 Sep 2026 12:04 WIB
Salah satu anjing milik warga Wonopolo, Mijen, Kota Semarang yang diduga dibunuh.
Salah satu anjing milik warga Wonopolo, Mijen, Kota Semarang yang diduga dibunuh. Foto: Dok. Pribadi/George Yosua Wabiser
Semarang -

Dua anjing milik warga Kelurahan Wonopolo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, diduga dibunuh orang tak dikenal. Polisi pun telah menerima aduan dari pemilik anjing.

"Iya mas. Sambil melengkapi berkas untuk proses penyelidikan," kata Kapolsek Mijen, Kompol Fajar Widiyanto, kepada detikJateng melalui pesan tertulis, Selasa (15/9/2026), saat ditanya soal apakah pemilik anjing mengadukan dugaan pembunuhan hewan peliharaan kemarin.

Pemilik anjing, George Yosua Wabiser (33), menerangkan kejadian itu berlangsung pada Jumat (11/9) malam. Adapun kedua anjing itu bernama Black dan Roket.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua anjing tersebut masih berusia sekitar empat bulan. Black dan Roket didapat Jo melalui adopsi dari seseorang sekitar dua pekan lalu.

Malam itu, Jo dan adiknya itu masih bekerja. Warga sekitar mendengar anjingnya menggonggong.

ADVERTISEMENT

"Tetangga saya telepon adik saya, 'itu kok anjingmu apa gonggong terus'. Saya sama adik saya kerjanya sampai malam " kata Jo saat dihubungi detikJateng hari ini.

Lantas keempat orang itu mencoba mengecek kondisi anjing itu. Mereka menjumpai Black terjepit di antara tembok rumah.

Mereka pun berupaya mengeluarkan Black. Namun, usaha itu tak membuahkan hasil.

Warga pun menunggu adik Jo pulang. Saat berhasil dikeluarkan, Black sudah mati.

"Adik saya itu dalam perjalanan pulang. Terus adik saya datang sampai akhirnya mereka (warga) ngeluarin anjing itu tapi sudah meninggal," tutur Jo.

Adapun kondisi Black tampak mengenaskan. Di kepala dan kakinya terdapat luka bekas pukulan.

"Itu ada bekas luka di kepala terus di kaki belakang," ucap Jo.

Tak berselang lama, Roket menggonggong dari dalam rumah Jo. Dia tampak berjalan pincang dan mati dengan kondisi mulut mengeluarkan busa.

"Tiba-tiba anjing saya yang satu itu, namanya Roket. Itu kan ada di kasur. Tiba-tiba lari sempoyongan. Terus habis itu dia kejang-kejang, muntah keluar busa," tutur Jo.

Jo menyebut anjignya memuntahkan daging ayam. Padahal sebelumnya dia tidak pernah memberikan makan Roket daging ayam. Terlebih, muntahan Roket berbau racun potasium sianida.

"Yang dimuntahin seperti daging ayam. Terus muntahanya bau potas," sebutnya.

Jo menyebut, Roket tidak hanya mengeluarkan busa. Dia juga menemukan bekas pukulan di kaki peliharaannya.

"Terus dicek lagi, ternyata ada bekas pukulan di kaki," ucapnya.

Jo menduga anjingnya dibunuh oleh pencuri. Sebab, Jo sempat kehilangan dua tabung LPG sekitar dua bulan lalu.

"Jadi kan saya pernah kehilangan tuh sekitar dua bulanan. Saya kehilangan gas LPG," bebernya.

"Kemungkinan besar mungkin ada yang mau masuk lagi. Tapi melihat ada anjing saya yang kedua akhirnya menggonggong itu anjingnya," lanjutnya.

Adapun posisi rumah Jo berada di ujung kampung dekat persawahan. Hanya ada satu jalan masuk ke rumahnya.

Jo kemudian mengadukan kejadian itu ke polisi pada Sabtu (13/9) lalu namun diminta melengkapi berkas. Hari Senin (14/9) sore kemarin Jo sudah melengkapi berkas laporannya.

"Saya lapor Sabtu kemarin. Disuruh melengkapi berkas setelah itu saya lapor kemarin sore dan sudah diterima laporannya," kata Jo.



(alg/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads