Tragis Mbah Sutiyem Warga Sragen Tewas Tertimpa Rumah Roboh

Tragis Mbah Sutiyem Warga Sragen Tewas Tertimpa Rumah Roboh

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 15 Sep 2026 06:42 WIB
Evakuasi nenek Sutiyem di Gondang Sragen tewas tertimpa rumah roboh.
Evakuasi nenek Sutiyem di Gondang Sragen tewas tertimpa rumah roboh. Foto: Dok PMI Sragen
Solo -

Seorang perempuan lanjut usia bernama Sutiyem (90), warga Dukuh Dimoro, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen, mengalami nasib tragis. Korban tewas tertimpa rumahnya sendiri yang sudah lapuk.

"Iya, yang pemilik rumah itu, Mbah Sutiyem, sudah tua, lha omah reyot juga," kata Kapolsek Gondang, AKP Suparno, Senin (14/9/2026).

Suparno menjelaskan, rumah berdinding bambu itu kondisinya sudah sangat reyot. Selain itu, hunian itu juga berdiri atas tanah pinjaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tanahnya tanah pinjam, terus rumahnya rumah gedhek itu, Mbak. Rumahnya bambu itu sudah reyot banget sebenarnya," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Polisi Pastikan Bukan Kena Angin

Suparno melanjutkan, insiden ambruknya rumah Sutiyem terjadi pada Senin siang. Pihaknya memastikan rumah tersebut tidak roboh tersapu angin.

"Nggak kena angin juga, mungkin karena bangunan sudah tua juga, tadi sekitar jam 1 siang," ujarnya.

Ia menerangkan, warga sekitar sebenarnya peduli dengan kondisi korban. Bahkan, ada yang mengajak Mbah Sutiyem untuk pindah dari sana.

"Tetangga sebenarnya juga sudah peduli, diajak pindah enggak mau juga beliau," ujarnya.

Hal senada diucapkan Kepala Desa Kaliwedi, Daryono.

"Mbah Sutiyem ini umurnya sudah 90 tahun, warga RT 17 Dukuh Dimoro. Rumahnya memang konstruksi bambu dan posisinya magersari di lahan milik warga setempat," kata Daryono.

Ia berkata pihak desa, warga, maupun keluarga korban sebenarnya sudah berulang kali membujuknya untuk pindah dan tinggal di rumah anak atau cucunya. Namun, Sutiyem bergeming.

"Sebenarnya mau dievakuasi atau diajak tinggal di tempat anak maupun cucunya, beliau tidak mau. Maunya tetap tinggal di rumah itu. Padahal cucunya ada yang di Jepang, ada yang jadi pengusaha di Jakarta. Tapi beliaunya memang kekeh tidak mau dipindah," terangnya.

Daryono menjelaskan, Sutiyem sebenarnya mendapat perhatian dari pemerintah desa maupun keluarga. Lansia tersebut juga tercatat sebagai penerima bantuan sosial pemerintah.

"Kalau untuk bantuan sosial seperti BLT dan bantuan beras/pangan semua dapat secara rutin. Yang mengurusi administrasi dari RT, sedangkan untuk kebutuhan makan sehari-hari juga disokong oleh keluarga dan cucu-cucunya," pungkasnya.

Lihat juga Video 'Miris, Kondisi Rumah Nyaris Roboh di Bandung dengan 12 Penghuni':

(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads