Berapa Banyak Air yang Dihabiskan AI? Segini Perkiraan dan Estimasi Tahun 2030

Berapa Banyak Air yang Dihabiskan AI? Segini Perkiraan dan Estimasi Tahun 2030

Nur Umar Akashi - detikJateng
Senin, 14 Sep 2026 09:42 WIB
Ilustrasi Air
Ilustrasi Air (Foto: Terry Vlisidis/Unsplash)
Solo -

Mulai populer digunakan pasca Covid-19 melanda, Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan sudah menjadi bagian hidup tak terpisahkan masyarakat modern. Semakin hari, perkembangannya kian pesat.

Disadur dari Swiss Cyber Institute, konsep AI muncul tahun 1950 ketika para peneliti mulai menjajaki kemungkinan kecerdasan yang bisa dites dan dimasukkan mesin. Pada 1956, peneliti Dartmouth Summer Research Project resmi memperkenalkan kata AI.

Penggunaan AI di dunia modern nyata diawali pada periode 2016-2019. Dari sana, AI terus dikembangkan sampai detik ini. AI digunakan dalam pelbagai bidang, mulai dari teknologi, industri, bisnis, transportasi, hingga media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti segala suatunya di dunia ini, tanggapan pro-kontra terhadap AI muncul. Salah satu yang begitu sering didengungkan adalah AI menghabiskan banyak air bersih. Benarkah? Seberapa banyak? Di bawah ini penjelasannya.

ADVERTISEMENT

Kenapa AI Butuh Air?

Pertama-tama, yang perlu dijawab adalah, 'benarkah AI membutuhkan air?'. Jawabannya, benar.

Dirujuk dari Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE Spectrum), pusat data (data center) AI untuk menjalankan model kecerdasan buatan menggunakan listrik dalam jumlah besar. Alhasil, panas tinggi pun muncul.

Demi mencegah server overheat, dibutuhkan sistem pendingin yang mumpuni. Sebagian mengandalkan cooling system berbasis air.

Di samping kebutuhan untuk pendinginan, pusat data juga dapat menggunakan air secara tidak langsung. Pasalnya, data center AI membutuhkan listrik untuk beroperasi, sementara sebagian pembangkit listrik menggunakan air dalam proses pembangkitan dan pendinginannya, termasuk pembangkit listrik tenaga air.

Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan AI?

Selanjutnya, muncul pertanyaan baru, 'berapa banyak air yang dibutuhkan AI untuk beroperasi?'. Menurut keterangan dari Environmental and Energy Study Institute (EESI), jumlahnya berbeda-beda tergantung ukuran data center.

Pusat data berukuran sedang membutuhkan 110 juta galon air per tahun untuk urusan pendinginan. Jumlah ini setara dengan yang dihabiskan 1.000 rumah tangga selama setahun.

Data center yang lebih besar dapat menelan 5 juta galon per hari atau 1,8 miliar galon per tahun. Itu artinya, setara dengan yang dihabiskan 10.000 hingga 50.000 penduduk di sebuah kota.

Lebih lanjut, sebuah penelitian tahun 2024 yang melibatkan peneliti dari UC Riverside menemukan hasil mengejutkan. Diperkirakan, GPT-4 membutuhkan 519 milimeter air untuk menghasilkan email berisi 100 kata. Jumlah air ini meliputi penggunaan pendinginan dan pembangkitan listrik, dilansir Forbes.

Namun, angka tersebut kemudian diubah. Untuk sistem sekarang, GPT-4 diestimasikan hanya membutuhkan 15 mililiter saja untuk bekerja.

Akhir kata, penggunaan air di data center AI sangat bergantung pada sejumlah faktor. Karenanya, sederet penelitian menyimpulkan hasil berbeda, tergantung lokasi, iklim, ketersediaan air, kepadatan chip, dan jumlah kueri.

AI akan Butuh Semakin Banyak Air Tahun 2030

Laporan terbaru yang dikeluarkan oleh tim investigasi pimpinan Professor Kaveh Madani, direktur United Nations University Institute for Water, Environment, and Health (UNU-INWEH) menunjukkan AI akan semakin banyak mengonsumsi air tahun 2030 mendatang.

Pusat data global diperkirakan mengonsumsi 448 terawatt/jam listrik pada 2025. Jumlah ini hanya sedikit lebih rendah dibandingkan penggunaan listrik Prancis dan lebih banyak ketimbang Arab Saudi.

Pada 2030, listrik yang digunakan diperkirakan mencapai 945 terawatt per jam. Peningkatan kebutuhan listrik ini berimbas pada jumlah air yang diperlukan. Estimasinya adalah meningkat menjadi 9,3 triliun liter. Jumlah itu setara dengan kebutuhan air domestik bagi 1,3 miliar orang di Afrika Sub-Sahara.

Demikian sekilas pembahasan mengenai benar tidaknya AI menghabiskan banyak air. Semoga menjawab, ya, Lur!



(num/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads