BPBD Sebut Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Tinggal 5%

BPBD Sebut Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Tinggal 5%

Tara Wahyu NV - detikJateng
Minggu, 13 Sep 2026 21:42 WIB
Petugas damkar melakukan injeksi di TPA Putri Cempo, Minggu (13/9/2026)
Petugas damkar melakukan injeksi di TPA Putri Cempo, Minggu (13/9/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Proses pemadaman kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, terus dilakukan hampir dua pekan. BPBD Kota Solo menyebut kebakaran tinggal tersisa 5 persen.

"Blok B telah mencapai 95%. Kemudian sebagian besar area di Blok C dan D1 sudah berhasil dikendalikan," kata Kepala BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo saat ditemui di TPA Putri Cempo, Minggu (13/9/2026).

Ari menjelaskan tim gabungan kini fokus melakukan penyisiran dan pembasahan pada sejumlah titik panas yang masih tersisa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada api yang kembali muncul setelah proses pemadaman utama hampir selesai

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga mengatakan, dari pemantauan drone thermal masih terdapat titik-titik lokasi yang tercatat masih ada peningkatan suhu.

"Meski mayoritas area sudah terkendali, pemantauan melalui drone termal mencatat masih ada beberapa titik suhu tinggi terlokalisasi yang terus ditangani secara intensif oleh tim gabungan," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Ari menjelaskan TPA Putri Cempo di Blok B yang memiliki luas total 3,92 hektare kini menyisakan sekitar 5 persen area yang masih harus ditangani. Saat ini tim area yang tersisa berada di antaranya di lereng sisi timur Blok B. Lokasi tersebut sebelumnya cukup sulit dijangkau petugas.

"Untuk Blok B, kita sudah menyasar lereng sebelah timur. Di area lereng tersebut memang sempat sulit dijangkau, namun alhamdulillah sampai sore ini teman-teman di lapangan sudah bisa menjangkaunya. Sisa 5 persen ini merupakan titik-titik asap dan api kecil yang terus dikendalikan oleh tim," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo, Muhammad Usman, mengatakan proses pemadaman dan pendinginan, volume air yang digunakan juga terus bertambah. Hingga 11 September, air yang telah digunakan mencapai sekitar 4 juta liter.

"Untuk proses pendinginan dan pemadaman hingga tanggal 11 September kemarin, penggunaan air sudah mencapai 4 juta liter. Hari ini diperkirakan sudah mendekati 5 juta liter," jelas Usman.

Ia menyebut air yang digunakan untuk pemadaman berasal dari sejumlah sumber. Selain memanfaatkan suplai dari PDAM Surakarta dan Damkar, petugas juga mengambil air dari PDAM Provinsi yang berada di Plesungan.

"Kami juga turut memanfaatkan air sungai dengan membuat bendungan sementara. Namun, volume air yang berasal dari sungai tersebut belum masuk dalam penghitungan total," bebernya.

"Saya optimistis nanti sore lokasi sudah bersih dari titik api dan hanya menyisakan sedikit asap," pungkasnya.



(alg/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads