Putra Rela Meluncur dari Cirebon demi Servis Shockbreaker Pak Yono Magelang

Putra Rela Meluncur dari Cirebon demi Servis Shockbreaker Pak Yono Magelang

Eko Susanto - detikJateng
Minggu, 13 Sep 2026 05:12 WIB
Pak Yono saat mengerjakan servis shockbreaker di bengkelnya Pulosari, Jumoyo, Salam, Magelang, Sabtu (12/9/2026).
Pak Yono saat mengerjakan servis shockbreaker di bengkelnya Pulosari, Jumoyo, Salam, Magelang, Sabtu (12/9/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Pemilik motor yang servis shockbreaker di bengkel Pak Yono tidak hanya dari sekitar Magelang atau Jawa Tengah saja. Tetapi, banyak juga yang rela datang dari jauh demi servis sarana peredam sepeda motornya.

Para pemilik motor yang ingin servis shockbreaker ke Pak Yono memang tidak bisa datang begitu saja. Dengan jumlah 'pasien' yang dibatasi hanya 12 motor, maka pelanggan harus adu cepat demi bisa dapat nomor antrean.

Bahkan, mereka rela 'menginap' di emperan bengkel Pak Yono agar bisa mendapatkan nomor antrean. Seperti halnya Putra Andika (22). Putra yang merupakan warga Plumbon, Cirebon rela motoran ke Magelang hanya untuk menambah kenyamanan peredam kejut motornya. Putra mengaku berangkat dari Cirebon pada Jumat (11/9) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Berangkat dari Cirebon jam 4 sore sampai jam 11 malam. Dapat antrean nomor sembilan," kata Putra saat ditemui detikJateng di bengkel Pak Yono di Magelang.

Ia datang dengan mengendarai sepeda Motor Honda Vario 150 yang akan di-downsize. Ia pun bermalam juga bersama dengan pelanggan lainnya di pinggir jalan.

"Kebetulan saya pakaian dobel jaket jadi nggak dingin, aman," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Selain putra, ada 11 pemilik motor lain yang sudah mengantre untuk servis shockbreaker. Salah satunya Ady Septian. Pria 25 tahun asal Ponorogo itu sengaja menyempatkan antre agar bisa dilayani untuk servis shockbreaker.

ADVERTISEMENT

"Saya tahu (info bengkel Pak Yono) dari TikTok. Terus ke sini, kebetulan kerjaan saya di Mungkid," kata Ady yang kerja di Mungkid, Magelang.

"Jadi kebetulan mau pulang ke Ponorogo (setelah bengkel). Tadi (malam) berangkat dari Mungkid, datang jam 9 malam (Jumat malam). Antre tidur sini sampai subuh dapat antrean nomor 5," sambung Ady yang bekerja di percetakan.

Hal senada disampaikan Rizky Pratama (28) warga Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Ia juga mengetahui informasi bengkel Pak Yono dari sosmed.

"Dari Instagram sama TikTok, awal mulanya. Saya sudah tahu sejak 3 tahunan (dari sosmed). Baru kali ini, tadi malam datang jam 8," kata Rizky.

Ia mengatakan datang sampai di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian, bertemu dengan sesama yang hendak servis dan tidur di tempat.

"Saya datang sendiri. Itu nggak rusak, cuma variasi biar kelihatan lebih enak,downsize. Motornya PCX 150," ujar Rizky.

Sedangkan, Irhas Adi Wibowo (27) asal Purwodadi yang bekerja di Salatiga juga mengaku tahu informasi keberadaan bengkel Pak Yono dari Instagram.

"Dari media sosial, terus dari teman-teman juga sudah banyak yang ke sini. Terus, tanya teman hasilnya bagus, makanya saya penasaran. Kemarin-kemarin sudah ke sini, tapi belum kebagian antrean dan hari ini dapat antrean," ujar Irhas.

"Tadi malam datang jam 21.30 WIB, itu sudah ada tujuh motor. Saya dapat antrean nomor delapan. Tidur di depan bareng teman-teman (teras). Disediakan tempat tidur, difasilitasi sama Pak Yono. Pokoknyathe best," kata Irhas.

Irhas mengatakan bengkel dibuka pukul 05.00 WIB. Menurutnya, setelah buka Pak Yono langsung menyambut dan ditanyakan asalnya.

"Terus briefing sebentar, dijelaskan untuk prosesnya, urut-urutan, terus dilanjutkan pembagian nomor urut masing-masing sesuai kedatangan. Untuk tidur dikasih matras sama bantal," ujarnya.



Irhas menambahkan, ingin servis shockbreaker Honda Supra X 125. Menurutnya, pernah mencoba sepeda motor temannya yang dulunya diservis oleh Pak Yono rasanya enak.

"Setelah bengkel buka, mendapatkan nomor antrean, dipersilakan menunggu (ruang disediakan)," kata dia.

Nomor antrean tersebut dibagikan langsung Pak Yono sekitar pukul 05.00 WIB. Ia terlebih dahulu menyapa orang yang hendak servis dan menanyakan asalnya terus diberikan nomor antrean.

Selanjutnya, sembari menunggu pengerjaan, para pemilik motor dipersilakan untuk beristirahan di tempat yang sudah disediakan. Di tempat itu, Pak Yono menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Seperti minuman, wifi gratis, dan sejumlah fasilitas lainnya.



(apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads