Hiii! King Cobra Jumbo Nangkring di Atap Kamar Mandi Warga Purworejo

Hiii! King Cobra Jumbo Nangkring di Atap Kamar Mandi Warga Purworejo

Rinto Heksantoro - detikJateng
Jumat, 11 Sep 2026 18:12 WIB
Evakuasi ular King Cobra jumbo di rumah warga Dusun Krajan 1, Desa Kaliurip, Kecamatan Kemiri, Purworejo, Jumat (11/9/2026).
Evakuasi ular King Cobra jumbo di rumah warga Dusun Krajan 1, Desa Kaliurip, Kecamatan Kemiri, Purworejo, Jumat (11/9/2026). Foto: Dok. Damkar Pos Kutoarjo
Purworejo -

Seekor ular King Cobra jumbo tepergok nangkring di atap kamar mandi warga Dusun Krajan 1, Desa Kaliurip, Kecamatan Kemiri, Purworejo, sore tadi. Ular berbisa sepanjang hampir 4 meter itu kemudian dievakuasi petugas Damkar dan relawan Exalos Indonesia.

"Karena ukurannya sudah 3 meter plus, bahkan hampir 4 meter, sekitar 3,5 meteran. Petugas Damkar menghubungi saya untuk merapat ke lokasi," kata Koordinator Exalos Indonesia Regional Purworejo, Iman Tjiptadi, saat dihubungi detikjateng, Jumat (11/9/2026).

"Proses evakuasi kita lakukan bersama-sama dengan tim Damkar Pos Kutoarjo," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iman mengatakan, keberadaan ular itu diketahui pemilik rumah, Haryono (46) warga Krajan 1, RT 01 RW 01, Desa Kaliurip, Kecamatan Kemiri, Purworejo. Saat itu dia sedang beraktivitas di sekitar kandang ayam yang menyatu dengan area kamar mandi, Jumat (11/9/2026) sore.

ADVERTISEMENT

Saat mendongak ke atas, Haryono dikagetkan oleh penampakan ular king cobra berukuran besar di atap kamar mandi.

"Bangunan kamar mandinya tidak memakai plafon atau eternit, jadi ularnya kelihatan jelas sedang nangkring di celah antara tembok dan genting," ujar Iman.

Melihat keberadaan ular berbisa tersebut, Haryono langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Kutoarjo. Lantaran ular cobra itu tergolong jumbo dan posisinya sulit dijangkau, petugas Damkar kemudian berkoordinasi dengan Iman Tjiptadi untuk membantu proses evakuasi.

Menurut Iman, ular itu diduga masuk ke pemukiman untuk mencari mangsa di sekitar kandang ayam milik warga. Setelah berhasil diamankan, ular berbisa tersebut tidak langsung dilepasliarkan, melainkan dibawa untuk keperluan edukasi penanganan hewan berbahaya.

"Ular ini sementara kami bawa. Rencananya besok pagi akan dijadikan media pelatihan penanganan ular untuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di Kecamatan Bagelen," pungkas Iman.



(dil/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads