Penampakan Makam Kuno yang Muncul Saat Waduk Gajah Mungkur Surut

Penampakan Makam Kuno yang Muncul Saat Waduk Gajah Mungkur Surut

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Rabu, 09 Sep 2026 18:42 WIB
Penampakan makam kuno di dasar Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Rabu (9/9/2026).
Penampakan makam kuno di dasar Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Rabu (9/9/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Wonogiri -

Batu persegi panjang berwarna krem nampak bertebaran dari tepi Waduk Gajah Mungkur (WGM), di Kelurahan/kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri. Batu tersebut merupakan nisan makam kuno yang tenggelam di dasar WGM.

Lokasi makam berada sekira 500 meter dari Kantor Kelurahan Wuryantoro. Namun akses menuju ke makam cukup sulit, karena berada di tengah waduk yang surut.

Di sekitaran makam kuno itu, tampak banyak warga yang tengah beraktivitas seperti mencari ikan, dan bertani. Mereka terlihat tidak menghiraukan adanya baru nisan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat didekati, batu nisan ada yang masih utuh, dan ada yang sudah terkikis. Serta memiliki panjang yang beragam, dari setengah meter hingga 2 meter. Kebanyakan batu nisan yang terbuat dari seperti batu kapur itu memiliki lubang kecil di bagian tengah.

Makam kuno di Waduk Gajah Mungkur, di Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Rabu (9/9/2026).Makam kuno di Waduk Gajah Mungkur, di Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Rabu (9/9/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

ADVERTISEMENT

Meski sebagian batu nisan itu sudah terlihat penuh seiring surutnya debit air WGM, namun sebagai batu nisan tersebut masih tenggelam di air. Beberapa terdapat ukiran tulisan, namun sudah sulit terbaca karena sudah terkikis.

Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, mengatakan fenomena kemunculan makan kuno di WGM ini merupakan fenomena tahunan saat musim kemarau.

"Setiap kemarau biasanya makam-makam itu mulai terlihat. Tapi baru sebagian, karena airnya masih cukup tinggi," kata Soemardjono, saat dihubungi awak media, Rabu (9/9/2026).

Penampakan makam kuno di dasar Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Rabu (9/9/2026).Penampakan makam kuno di dasar Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Rabu (9/9/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Dia mengatakan, biasanya makan kuno itu sudah mulai terlihat pada bulan Agustus. Namun tahun ini, baru terjadi pada bulan September.

"Biasanya Agustus sudah mulai kelihatan. Tahun ini surutnya agak lambat, sehingga belum semuanya muncul," pungkasnya.

Salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Wuryantoro, Suparso (77), mengatakan makam itu dulunya berada di Dukuh Sentono, Desa Ngungkingsari. Meski ada makam bersajarah milik Eyang Raden Santri, namun komplek pemakaman itu merupakan makam umum bagi warga Sentono.

Makam kuno di Waduk Gajah Mungkur, di Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Rabu (9/9/2026).Makam kuno di Waduk Gajah Mungkur, di Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Rabu (9/9/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

"Dulunya itu makam kampung, tapi terkenalnya, sesepuhnya, namanya Eyang Raden Santri. Lalu makam itu juga makam keluarganya, anak cucu, dan juga jadi makam umum," kata Suparso kepada awak media, Rabu (9/9).

Diketahui pembangunan WGM ini menenggelamkan sebanyak 51 desa yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Wonogiri, pada tahun 1974-1981. Proyek itu juga merelokasi warga dan makam di kampung Sentono.

Suparso mengatakan, warga kampung pindah ke Jambi. Sementara makam-makam dipindah di daerah Balat Kantor Kelurahan Wuryantoro.

"Nisannya (yang lama) dibuang, disana (makam yang baru) dibuat nisan yang baru yang lebih bagus. Termasuk Eyang Raden Santri yang kerangkanya juga dipindah. Kalau makan yang itu (di WGM) sudah suwung (kosong), sudah dipindah semua," pungkasnya.



(afn/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads