Sungai Juana Pati Mengering Picu Tanah Rengkah, 7 Ruko Rusak

Sungai Juana Pati Mengering Picu Tanah Rengkah, 7 Ruko Rusak

Dian Utoro Aji - detikJateng
Selasa, 08 Sep 2026 11:46 WIB
Ruko dan tanah di pinggir Sungai Juana tepatnya Desa Purworejo Kecamatan Pati mengalami amblas, Selasa (8/9/2026).
Ruko dan tanah di pinggir Sungai Juana tepatnya Desa Purworejo Kecamatan Pati mengalami amblas, Selasa (8/9/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Tanah di pinggir Sungai Juana, tepatnya di Desa Purworejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati mengalami penurunan hingga 1 meter. Kondisi ini pun menyebabkan tujuh bangunan ruko miring dan temboknya retak-retak.

"Ada 7 ruko rusak berat.Sementara ini harus pindah, karena kondisi berkurang miring dan anjlok (terjadi penurunan tanah)," jelas Kepala Desa Purworejo, Duwi Sumaryono, saat dihubungi detikJateng, Selasa (8/9/2026).

Duwi mengatakan fenomena itu terjadi sepanjang 400 meter. Tanah ambles dan rengkah dengan kedalaman 50 sentimeter sampai 2 meter. Kejadian ini, kata Duwi sudah berlangsung sejak satu pekan belakangan ini. Duwi sudah melaporkan kepada pemerintah Kabupaten Pati namun belum ada upaya penanganan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk sementara belum ada penanganan dari BPBD maupun Kabupaten Pati. Kita sudah memberikan informasi kepada pak Camat tapi sampai sekarang belum ada info lanjutan seperti masih menunggu," katanya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya penyebab penurunan tanah ini karena Sungai Juana yang mengering selama sebulan terakhir ini. Sungai Juana yang mengusut mengakibatkan terjadinya penurunan tanah.

"Penyebabnya perkiraan menurut analisis karena air sungai surut akhirnya terjadi pergeseran tanah di bawah, akhirnya menyebabkan terjadi penurunan tanah," ungkap dia.

Menurutnya ada tujuh bangunan ruko yang rusak berat. Bangunan itu pun telah ditinggal pemiliknya karena membahayakan jika ambruk.

Salah satu warga Purworejo, Sulastri mengatakan tanah amblas terjadi sejak sepekan belakangan ini. Menurutnya penurunan tanah ini terjadi secara perlahan hingga ada 1 meter lebih.

"Itu tanah amblas sejak seminggu yang lalu. Tanah amblas ada kalau 1 meter. Parah yang ini, pernah terjadi tahun 2024 lalu," jelasnya ditemui di lokasi.

Dia mengatakan ruko yang bangunannya rusak telah tidak ditempati pemiliknya beberapa hari ini. Sebab bangunan kondisi miring dan nyaris roboh.

"Ada beberapa ruko yang rusak parah, bangunannya miring dan retak-retak temboknya," terang dia.

Warga Khawatir

Warga Desa Purworejo, Sukarno, mengatakan belakang rumahnya hanya berjarak 5 meter dengan Sungai Juana. Tanah di belakang rumahnya pun sudah amblas 1 meter lebih dalam kurun waktu 2 pekan belakangan ini.

"Sejak 15 hari yang lalu, perlahan-lahan. Setiap hari perlahan-perlahan sampai sekarang, ini pun masih berlangsung," kata Sukarno ditemui di lokasi.

Sukarno pun memperlihatkan tempat untuk mengeringkan kerupuk sekarang tanahnya sudah tidak sejajar. Terlihat tanahnya sudah amblas 1 meter.

'Sekarang ini ada kalau 1 meter lebih. Dulunya sejajar sama sekarang sudah amblas 1 meter," jelasnya.

Ia pun kemudian menunjukkan tembok yang ada di pinggir sungai. Tembok setinggi 2 meter itu juga kondisinya miring dan sebagian sudah retak-retak.

"Tembok di pinggir Sungai Juana ini sudah retak-retak dan kondisinya miring," ujarnya.

Sukarno pun mengaku khawatir jika retakan akibat Sungai Juana mengering ini terus bertambah.

"Ya jelas khawatir kalau ini terus bertambah ke rumah warga," jelasnya.

Sukarno mengatakan Sungai Juana mengering selama 1 bulan belakangan ini. Kondisi ini diduga menyebabkan terjadi retakan dan amblasnya tanah di pinggir Sungai Juana. Menurutnya dulunya tidak pernah ada tanah amblas saat Sungai Juana masih ada airnya.

"Ini karena habisnya air di Sungai Juana. Kondisi kering sudah ada 1 bulan, ini sudah habis semua," jelasnya.

Lebih lanjut kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2024 silam. Namun kejadian tanah amblas tidak seperti sekarang ini.

"Tahun 2024 cuman 20 sentimeter. Sekarang 1 meter. Tahun 2024 sudah diperbaiki, karena tanggung jawab PT pekerja tembok tanggul," ungkap dia.

Pantauan detikJateng di lokasi pukul 10.00 WIB, bangunan ruko ini berada di tepat bahu Sungai Juana atau juga dikenal dengan Silugonggo. Ada tujuh bangunan ruko yang rusak berat.

Hal ini setelah kondisi tanah di lokasi mengalami penurunan seiring Sungai Juana mengalami kekeringan. Retakan tanah di lokasi pun cukup dalam, antara 50 sentimeter sampai dengan 2 meter.

Bangunan ruko pun ada yang sampai miring. Tembok dinding bangunan ruko mengalami retak-retak. Saat ke lokasi, sudah tidak ditempati lagi oleh para pemiliknya.



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads