Domba milik Handoko (47) warga Kota Magelang, ini tergolong unik. Pasalnya, domba berjenis jantan usia 1,5 tahun ini memiliki lima tanduk.
"Domba tanduk lima ini hasil peranakan sendiri. Jadi, hasil silangan pejantan tanduk empat dengan domba lokal. Alhamdulillah sekitar 1 tahun yang lalu, jadi tanduk lima," kata Handoko kepada wartawan saat ditemui di kandangnya, Kampung Tidar Krajan, Magelang Slatan, Senin (7/9/2026).
Handoko menyadari jika domba miliknya tergolong unik. Karena itu, ia menaruh domba jantan itu dalam satu kandang dengan empat domba betina. Ia berharap keturunan domba itu juga memiliki tanduk yang unik.
"Alhamdulillah itu kayaknya jarang, ya. Mungkin satu-satunya sih. Mungkin ada juga, cuma untuk yang tanduknya agak presisi punya kita ini. Tapi, untuk posturnya memang enggak bisa maksimal. Tapi, Insyaallah untuk untuk darahnya kuat sih," ujar dia.
"Jadi, diharapkan ke depannya bisa keluar tanduk-tanduk yang istimewa lain," sambungnya.
Handoko menjadi peternak domba sejak tahun 2012. Menurutnya, baru kali ini ada dombanya yang bertanduk lima.
"Kita dari 2012. Iya (baru ini). Selama ini kan tanduk empat. Selama ini kita dikenal sebagai Domba Prima Tanduk 4. Karena tanduk empatnya banyak. Akhirnya tersebar ke mana-mana. Dan ini ternyata bisa hadir tanduk lima di sini, ya alhamdulillah," tambah Handoko.
Domba itu mulai terlihat bertanduk lima sejak berusia 3 bulan. Domba itu juga lahir dari indukan domba bertanduk empat yang dimitrakan dengan peternak lain.
"Di sana enggak tahu kalau itu tanduk lima. Waktu saya ambil, baru tahu kalau itu tanduk lima. Dan mereka bukan gelo (menyesal), tapi ikut senang juga karena ternyata di kandang mereka keluar tanduk lima. Dan baru sadar waktu ditimbang, saya mau bawa ke mobil," katanya.
Meski begitu, tak ada perlakuan spesial untuk domba unik tersebut. Ia tetap memberi pakan sederhana, sama seperti domba-domba lainnya.
"Kita pakannya sesederhana mungkin. Kita biasa. Kita samakan aja. Gampang (perawatannya). Untuk domba dibanding dengan kambing lebih gampang domba," kata dia.
"Untuk lebih bagus lagi kalau ada pakan penguatnya. Pakan penguat dari limbah-limbah pertanian yang nilai proteinnya lebih bagus dari rumput. Tapi, untuk untuk menekan biaya biar tidak tidak boros," ujar Handoko.
Simak Video "Berenang dan Menyusuri Panjangnya Kali Udal Gumuk di Magelang yang Menakjubkan "
(afn/dil)