Program Bela Beli Produk UMKM Bantu Tekan Angka Kemiskinan Klaten

Program Bela Beli Produk UMKM Bantu Tekan Angka Kemiskinan Klaten

Nada Herwando Kartika - detikJateng
Minggu, 06 Sep 2026 19:57 WIB
Rakor Daerah, Bupati Paparkan Strategi Pengentasan Kemiskinan di Klaten
Foto: Pemkab Klaten
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Klaten menjalankan program Bela Beli Produk UMKM sebagai upaya meningkatkan pemasaran sekaligus memperluas pasar produk lokal. Program tersebut juga dikembangkan melalui kegiatan business matching.

"Untuk UMKM, kami jalankan Bela Beli Produk UMKM, bahkan sampai business matching. Kami juga membangun kerja sama dengan dukungan provinsi. Alhamdulillah kami bisa terkoneksi Sister City dengan Nanjing di China yang membuka pasar," ujar Hamenang dalam keterangannya, Minggu (4/6/2026).

Selain menjalin kerja sama dengan Nanjing, Pemkab Klaten tengah menjajaki akses pasar melalui Bintan. Jalur tersebut dinilai strategis sebagai pintu masuk distribusi produk UMKM Klaten menuju pasar Singapura dan Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya UMKM, upaya penguatan ekonomi lokal juga digerakkan dari sektor pertanian dan pariwisata yang menjadi potensi utama daerah. Di sektor pertanian, Pemkab memberikan bantuan sarana produksi, pelatihan pupuk organik, pembinaan kelompok tani, hingga pembenahan irigasi lewat program Banyu Lancar.

ADVERTISEMENT

Pemberdayaan generasi muda juga disasar melalui potensi Karang Taruna di desa-desa. Pemkab Klaten menyediakan insentif bagi desa yang berhasil mengembangkan konsep bisnis potensial. Sementara untuk menekan pengangguran, dikembangkan portal Sikendi Klaten (Sistem Informasi Ketenagakerjaan) yang menghubungkan pencari kerja dengan dunia usaha.

Berbagai terobosan ekonomi ini menjadi bagian dari strategi utama Klaten, yaitu pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, dan pengurangan kantong kemiskinan, yang dijalankan secara lintas sektor (super team). Strategi ini dinilai secara bertahap berhasil menekan angka kemiskinan Klaten dari 16,71 persen pada 2012 menjadi kisaran 11 persen, serta menekan kemiskinan ekstrem hingga 0,25 persen pada 2025.

Langkah agresif dan inovatif ini pun mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat Rapat Koordinasi Daerah di Surakarta, Jumat (4/9).

"Saya menangkap bahwa ini banyak inovasinya. Kerjanya juga agresif, gercep. Karena bupatinya muda, jadi banyak inovasi yang diberikan bagi masyarakat," pungkasnya.

(akd/akd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads