Bupati Klaten Minta Perkuat Pengawasan SPPG Usai Siswa MIM Keracunan

Bupati Klaten Minta Perkuat Pengawasan SPPG Usai Siswa MIM Keracunan

Tenri Monic Libery - detikJateng
Sabtu, 05 Sep 2026 15:07 WIB
Bupati Klaten Cek Sekolah dan Dapur Usai Siswa MIM Keracunan MBG
Foto: Pemkab Klaten
Jakarta -

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meminta pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Klaten diperkuat. Hal ini dilakukan usai terjadi dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MIM Srebegan dan Cetan, Kecamatan Ceper.

Dia mendorong keterlibatan jajaran Forkopimcam, mulai dari camat, kapolsek, danramil, serta Puskesmas untuk turut melakukan pemantauan dan mitigasi terhadap potensi risiko di masing-masing wilayah.

"Nanti kita minta tolong rekan-rekan Forkopimcam, Kapolsek, Danramil, Camat, kemudian dari Puskesmas didampingi. Sehingga kita bisa mitigasi lebih awal ketika ada potensi-potensi risiko, apabila SPPG kurang sesuai SOP," ujarnya usai peninjauan ke MI Muhammadiyah (MIM) Cetan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan pada Jumat (4/9/2026) siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamenang berharap seluruh mitra SPPG di Kabupaten Klaten melakukan evaluasi secara menyeluruh dan memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar operasional dan keamanan pangan.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, ia menilai program MBG merupakan program yang memiliki tujuan baik untuk mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan anak-anak sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara hati-hati agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan dampak yang merugikan.

"Niat program Pak Presiden sangat bagus untuk mencerdaskan anak-anak kita. Jangan sampai kemudian justru menjadi masalah yang membuat trauma anak-anak kita," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa dari Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Srebegan dan MIM Cetan, Kecamatan Ceper, Klaten diduga keracunan makanan program MBG. Siswa dua sekolah mengalami gejala mual dan pusing.

Narni, orang tua siswa mengatakan dirinya dikabari pihak sekolah sekitar pukul 09.30 WIB. Karena khawatir, langsung datang ke sekolah.

"Sekitar pukul 09.30 WIB tadi dikabari sekolah. Anak saya mual dan muntah," kata Narni kepada detikJateng di lokasi, Kamis (3/9/2026) siang.

(akd/akd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads