Menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MIM Srebegan dan Cetan, Kecamatan Ceper, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melakukan peninjauan. Peninjauan ke MI Muhammadiyah (MIM) Cetan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan pada Jumat (4/9/2026) siang.
Dugaan keracunan tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi pada Kamis (3/9/2026) di MIM Srebegan dan MIM Cetan. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Klaten berdialog dengan sejumlah siswa yang sebelumnya mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Bupati KlatenHamenang Wajar Ismoyo menyampaikan kondisi para siswa yang ditemuinya telah membaik. Ia memastikan penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan telah dilakukan dengan cepat oleh petugas kesehatan sehingga sebagian siswa telah pulih dapat kembali mengikuti kegiatan sekolah, sementara beberapa siswa lainnya masih beristirahat di rumah untuk memulihkan kondisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin setelah makan sekitar 10 sampai 15 menit ada yang mengalami pusing dan mual, kemudian kondisinya semakin memburuk. Alhamdulillah karena respons cepat, Puskesmas langsung datang menjemput menggunakan ambulans dan dilakukan penanganan," jelasnya, Jumat (4/9/2026) siang.
Usai meninjau sekolah, Mas Hamenang kemudian melakukan pengecekan langsung ke SPPG. Peninjauan tersebut dilakukan bersama Koordinator MBG Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama, sebagai bagian dari evaluasi sekaligus tindak lanjut atas dugaan kejadian keracunan.
Dalam pengecekan tersebut, terdapat sejumlah hal yang menjadi catatan untuk dievaluasi, antara lain kondisi fasilitas penyimpanan bahan pangan, higienitas, serta alur atau flow pengolahan makanan dari bagian depan hingga belakang.
Mas Hamenang menegaskan, Pemerintah Kabupaten Klaten akan mengumpulkan data dan melaporkan hasil temuan tersebut kepada pihak terkait. Sementara keputusan mengenai tindak lanjut SPPG akan menjadi kewenangan BGN.
"Kita hanya mengumpulkan data, kita laporkan sambil kita evaluasi. Harapannya ke depan tidak ada lagi terjadi keracunan di Kabupaten Klaten," tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Mas Hamenang meminta pengawasan terhadap SPPG di Kabupaten Klaten diperkuat. Karena itu, ia akan mendorong keterlibatan jajaran Forkopimcam, mulai dari camat, kapolsek, danramil, serta Puskesmas untuk turut melakukan pemantauan dan mitigasi terhadap potensi risiko di masing-masing wilayah.
"Nanti kita minta tolong rekan-rekan Forkopimcam, Kapolsek, Danramil, Camat, kemudian dari Puskesmas didampingi. Sehingga kita bisa mitigasi lebih awal ketika ada potensi-potensi risiko, apabila SPPG kurang sesuai SOP," ujarnya.
Terakhir, Mas Hamenang berharap seluruh mitra SPPG di Kabupaten Klaten melakukan evaluasi secara menyeluruh dan memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar operasional dan keamanan pangan.
Ia menilai program MBG merupakan program yang memiliki tujuan baik untuk mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan anak-anak sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara hati-hati agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan dampak yang merugikan.
"Niat program Pak Presiden sangat bagus untuk mencerdaskan anak-anak kita. Jangan sampai kemudian justru menjadi masalah yang membuat trauma anak-anak kita," pungkas Mas Hamenang.
Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa dari Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Srebegan dan MIM Cetan, Kecamatan Ceper, Klaten diduga keracunan makanan program MBG. Siswa dua sekolah mengalami gejala mual dan pusing.
Narni, orang tua siswa mengatakan dirinya dikabari pihak sekolah sekitar pukul 09.30 WIB. Karena khawatir, langsung datang ke sekolah.
"Sekitar pukul 09.30 WIB tadi dikabari sekolah. Anak saya mual dan muntah," kata Narni kepada detikJateng di lokasi, Kamis (3/9/2026) siang.
(akd/ega)
