Warga Joho Keluhkan Akses Jalan, Bupati Klaten Bantu Komunikasikan

Warga Joho Keluhkan Akses Jalan, Bupati Klaten Bantu Komunikasikan

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Jumat, 04 Sep 2026 07:20 WIB
Pemkab Klaten
Foto: dok. Pemkab Klaten
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Klaten kembali menggelar kegiatan Sambung Rasa bersama masyarakat Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Kamis pagi (3/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Kegiatan diawali dengan panen lele, melon, dan jagung sebagai bentuk pengenalan potensi pertanian dan ketahanan pangan yang dikembangkan masyarakat Desa Joho. Kegiatan tersebut turut dihadiri Forkopimda, Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Desa Joho Yulis Tanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Klaten beserta jajaran. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan Desa Joho.

Dalam kesempatan itu, Yulis menyampaikan persoalan akses jalan menuju desa yang terdampak pembangunan jalan tol.

ADVERTISEMENT

"Dulu Desa Joho ini merupakan desa wisata. Namun karena adanya tol, akses jalan kami menjadi terhalang. Akses untuk kendaraan, terutama bus, jadi tidak bisa lewat. Kami mohon bantuan karena ini bukan kewenangan kami, agar jalan tersebut bisa dilebarkan sehingga bus dapat masuk," ujarnya.

Kedua, kata Yulis, berkaitan dengan aset milik Pemerintah Kabupaten Klaten yang berada di Desa Joho dan sebelumnya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Ia berharap aset tersebut dapat segera ditangani dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

"Di Desa Joho ini ada lahan milik Pemda yang dulu merupakan bekas tempat pembuangan sampah. Kalau kami yang menangani tentu tidak bisa karena bukan lahan kami. Mohon dengan sangat agar nanti bisa ditangani sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Joho," katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjelaskan kegiatan Sambung Rasa merupakan salah satu media Pemerintah Kabupaten Klaten untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.

Bupati yang akrab disapa Mas Hamenang itu mengatakan dalam kegiatan tersebut Pemkab Klaten menghadirkan sejumlah pelayanan dan kepala OPD terkait agar berbagai pertanyaan maupun aspirasi masyarakat dapat langsung mendapatkan respons.

"Alhamdulillah hari ini kita bersama bertemu dan bersilaturahmi dalam kegiatan Sambung Rasa di Desa Joho, Kecamatan Prambanan. Kegiatan Sambung Rasa ini merupakan media dari Pemkab Klaten untuk dekat dengan masyarakat, mendekatkan berbagai pelayanan kepada masyarakat, memberikan bantuan, serta menyerap aspirasi," tuturnya.

Terkait aspirasi mengenai akses jalan yang menjadi sempit atau terhalang akibat pembangunan jalan tol, Mas Hamenang menyampaikan Pemkab Klaten akan membantu mengomunikasikan persoalan tersebut dengan pihak pengelola jalan tol.

"Menjawab aspirasi dari Bapak Kepala Desa terkait akses jalan yang menjadi sempit karena jalan tol, Pemkab Klaten sendiri tidak bisa karena bukan yang berwenang. Nanti kami akan bantu komunikasikan dengan pihak PT JMN," jelasnya.

Sementara terkait aset Pemkab Klaten berupa bekas tempat pembuangan sampah, Mas Hamenang meminta agar dilakukan pengecekan terlebih dahulu untuk melihat kemungkinan pemanfaatannya bagi masyarakat.

"Terkait salah satu aset Pemda yang ada di sini, yaitu bekas tempat pembuangan sampah, nanti akan kita cek seperti apa. Kalau memungkinkan, akan kita urug sehingga bisa menjadi lapangan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Hamenang juga mengapresiasi pemanfaatan bantuan keuangan kepada desa yang telah digunakan Pemerintah Desa Joho untuk pembangunan lapangan mini soccer.

"Alhamdulillah, kemarin juga aspirasi bantuan keuangan ke desa sudah dimanfaatkan luar biasa oleh Pak Kepala Desa untuk membangun lapangan mini soccer. Saat ini pembangunannya kurang lebih sudah 80 persen. Semoga segera selesai sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat," katanya.

Selain itu, ia memberikan apresiasi terhadap berbagai potensi ketahanan pangan yang dikembangkan masyarakat Desa Joho. Menurutnya, potensi ketahanan pangan di Desa Joho tidak hanya sebatas produksi beras, tetapi telah berkembang ke berbagai komoditas, mulai dari jagung, buah-buahan, hingga sumber protein berupa ikan lele.

Ia berharap pengembangan potensi tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Joho, tetapi juga berkembang menjadi potensi ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas.

"Kami juga matur nuwun, di Joho ini sudah ada hal yang sangat luar biasa. Kalau isu hari ini adalah ketahanan pangan, di Joho sudah luar biasa berlimpah. Tidak hanya beras, di sini sudah berkembang ada jagung, ada buah-buahan, dan sumber protein juga ada lele," pungkasnya.



(ega/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads