Dua orang meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai tertimpa pohon tumbang di Jalan Pandanaran, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026) siang. Selain dua korban tewas, seorang pengemudi ojek online juga mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
Agus Riyanto (47), tukang parkir yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, mengatakan pohon tiba-tiba roboh sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, menurutnya, tidak ada angin kencang.
"Jam 12-an, ngerti langsung ambruk. Jatuhi Gojek sama (pemotor lain yang) boncengan. Yang boncengan tidak bergerak sama sekali," kata Agus saat ditemui di lokasi, Jumat (4/9/2026).
Agus menyaksikan langsung pohon tersebut menimpa dua sepeda motor. Kendaraan yang melintas saat kejadian berasal dari arah Tugu Muda menuju Simpang Lima.
Begitu pohon roboh, Agus langsung mendatangi pengemudi ojek online yang meminta pertolongan.
"Pas jatuh saya ke sana gara-gara Gojek yang minta tolong. Otomatis nolong yang Gojek dulu," ucapnya.
Saat Agus berusaha menolong, dia melihat ojol tertimpa bagian melengkung pohon sehingga hanya mengalami luka-luka. Namun kendaraan lainnya yang ditumpangi dua orang mengalami kondisi parah.
"Yang boncengan satu luka parah. Yang belakang robek dalam, kelihatan jeroannya," sebutnya.
Agus juga menduga pohon yang tumbang tersebut sudah berusia cukup tua. Dia mengatakan pohon itu bahkan telah berada di lokasi sejak dirinya masih remaja, sebelum bangunan-bangunan di sekitar Jalan Pandanaran berdiri.
"Mungkin pohonnya terlalu tua. Sebelum ada gedung ini (pohon sudah ada). Dari saya remaja sudah di sini (pohon yang tumbang)," sebutnya.
Setelah kejadian, para korban dievakuasi ke rumah sakit. Korban dibawa ke RSUP Dr. Kariadi dan RS Hermina yang lokasinya berada tidak jauh dari tempat kejadian.
Relawan bernama Erik mengatakan korban perempuan yang menjadi pembonceng dibawa ke RSUP Dr. Kariadi. Sementara pemotor laki-laki dan pengemudi ojol dibawa ke RS Hermina. Saat dia melakukan evakuasi, ada satu yang sudah dalam kondisi meninggal.
"Yang krisis di Hermina, pria. Meninggal perempuan di Kariadi. Grab di Hermina, laki masih belum paham kondisinya. Saya yang evakuasi," kata Erik.
Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito menjelaskan total terdapat dua korban yang meninggal dunia dalam insiden pohon tumbang tersebut.
"Yang meninggal atas nama Susiana (46) dibawa ke RSUP Dr. Kariadi dan Christiawan Purbowo (50) dibawa ke RS Hermina," kata Sugito saat dihubungi detikJateng.
Susiana langsung dievakuasi menuju RSUP Dr. Kariadi setelah kejadian. Sedangkan Christiawan Purbowo dibawa ke RS Hermina yang berada di sekitar lokasi pohon tumbang.
Sementara satu korban lainnya, Ary Setiawan, mengalami luka dan juga menjalani perawatan di RS Hermina.
"Kondisi korban (Ary) luka lecet pada, dahi, pipi, telinga kiri, sakit pada lutut kiri," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, menerangkan pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lokasi untuk menginvestigasi penyebab pohon tumbang.
"Hasil investigasi awal menunjukkan pohon tumbang dipicu oleh kondisi struktur tanah di bawah pedestrian yang melemahkan perakaran. Kendala di bawah permukaan tanah tersebut tidak dapat terdeteksi melalui pengamatan visual biasa," kata wanita yang akrab disapa Pipik itu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/9/2026).
Di lokasi tersebut, lanjut Pipik, sudah dilakukan pemangkasan pohon pada 30 April 2026. Pemangkasan dilakukan rutin.
"Pemangkasan terakhir dilakukan pada 30 April 2026 sebagai bagian dari deteksi dini pohon berisiko," terangnya.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meminta agar evaluasi menyeluruh dilakukan. Dia menginstruksikan mitigasi pohon yang dinilai rawan dengan teknologi tree scanning.
"Saya telah meminta Disperkim memperkuat pemeriksaan pohon rawan menggunakan teknologi tree scanning agar kondisi akar dan bagian dalam batang yang tidak terlihat dari luar dapat terdeteksi lebih awal," tegas Agustina.
Selain itu, Pemkot Semarang mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan kondisi pohon di lingkungan tempat tinggal atau ruas jalan yang dinilai membahayakan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
"Penataan ruang hijau kota akan selalu berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan warga," pungkas Agustina.
Simak Video "Video Mobil Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang di Lokasi Pasar Murah Palembang"
(alg/apl)