Pembunuh Mozza Axillia Gunarsa (17), MDVA (22), ternyata sempat berupaya menghilangkan jejak. Dia menjual motor hingga sejumlah barang korban.
Hal tersebut dikatakan oleh Kasat Res PPA-PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti. Ia menyebut motor Mozza dijual usai pelaku membuang korban.
"Setelah dia taruh jenazah itu dia jual motornya ke orang," kata Sriniti saat dihubungi detikJateng, Sabtu (5/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motor tersebut dijual tanpa kelengkapan surat melalui Facebook. Motor itu laku sekitar Rp 6 juta.
"Tapi enggak ada surat-suratnya kan, dia jual harganya Rp6 juta berapa gitu lewat Facebook. Helmnya juga dia jual ke orang-orang juga untuk menghilangkan barang bukti," ucap Sriniti.
Sriniti mengungkapkan sepeda motor korban terjual di Banyumanik, Kota Semarang. Pembeli pun sudah terlacak dan dijadikan saksi.
"(Dijual) Di wilayah Banyumanik. Sudah ada teridentifikasi sih. Untuk orang-orang yang dijual pertama juga sudah ada identitas, sudah kita jadiin saksi juga," ungkap Sriniti.
Untuk mempersulit pelacakan, ponsel serta KTP korban juga dibuang di wilayah Kota Semarang. Barang-barang ini pun sudah didapatkan Polres Semarang.
"Membuang handphone korban di wilayah Kota Lama. KTP-nya juga dibuang di wilayah Dokter Cipto. Itu semua sudah didapat sama (Polres) Semarang," jelas Sriniti.
Setelah pembunuhan itu terjadi, pelaku pun pergi dari kos tersebut. Ia sempat ke tempat seorang temannya sebelum kembali ke Blora.
"Mengemasi barang-barangnya, ya sempat ke temennya dulu, habis ke temennya dia pulang ke daerah asal," beber Sriniti.
Diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap setelah penemuan kerangka di jurang jalan tol wilayah Jangli, Kota Semarang. Penemuan kerangka ini berawal dari pengakuan pelaku, MDVA (22) yang ditangkap pada Kamis (3/9).
Belakangan diketahui kerangka manusia itu adalah Mozza Axillia Gunarsa (17) yang dilaporkan hilang pada 28 Juni 2025 silam. Pembunuhan terhadap Mozza ini terungkap usai polisi menemukan bukti berupa chat di akun Instagram korban yang masih tertaut di ponsel yang dimiliki orang tuanya.
Berdasarkan pengakuan pelaku, pembunuhan Mozza dilakukan pada 25 Juni 2025. Diketahui, dia dihabisi dengan cara dicekik di kamar kos wilayah Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Pembunuhan ini dilakukan setelah korban dengan pelaku terlibat cekcok karena cemburu.
Setelah dibunuh, jenazah Mozza dimasukkan ke dalam karung. Pelaku lalu membuang tubuhnya di jurang Jalan Tol Jangli dengan mengendarai sepeda motor. Kerangka Mozza dievakuasi petugas pada Jumat (4/9).
