Gempa M 5,4 Goyang Cilacap, 21 Perjalanan KA Daop Purwokerto Terdampak

Gempa M 5,4 Goyang Cilacap, 21 Perjalanan KA Daop Purwokerto Terdampak

Anang Firmansyah - detikJateng
Jumat, 04 Sep 2026 15:27 WIB
Petugas memeriksa jalur rel kereta api usai gempa M 5,3 di Kabupaten Cilacap, Jumat (4/9/2026).
Petugas memeriksa jalur rel kereta api usai gempa M 5,3 di Kabupaten Cilacap, Jumat (4/9/2026). Foto: dok. Daop 5 Purwokerto
Cilacap -

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,4 mengguncang Cilacap dan sekitarnya. Imbas gempa, sebanyak 21 perjalanan kereta api (KA) di wilayah KAI Daop 5 Purwokerto sempat mengalami Berhenti Luar Biasa (BLB).

Gempa terjadi pada Jumat (4/9/2026) pukul 12.05 WIB. KAI Daop 5 Purwokerto langsung melakukan langkah antisipasi dengan menghentikan sementara perjalanan sejumlah KA untuk memastikan kondisi jalur aman dilalui.

"Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 21 perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB). Tindakan tersebut merupakan prosedur keselamatan untuk memastikan perjalanan KA tetap aman," kata Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As'ad Habibuddin dalam siaran persnya, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat KA berhenti, petugas KAI melakukan pemeriksaan terhadap prasarana perkeretaapian di sejumlah lintasan terdampak. Pemeriksaan meliputi kondisi rel, jembatan, terowongan hingga fasilitas pendukung operasional.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kerusakan pada prasarana perkeretaapian akibat gempa.

ADVERTISEMENT

"Dari hasil pemeriksaan, seluruh prasarana perkeretaapian di wilayah Daop 5 Purwokerto dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa. Setelah seluruh lintas dipastikan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan," jelasnya.

Dari 21 perjalanan KA yang mengalami BLB, durasi pemberhentian bervariasi mulai dari 12 menit hingga 66 menit.

KA Kutojaya Selatan menjadi perjalanan dengan waktu BLB terlama, yakni selama 66 menit. Sementara itu, KA Purwojaya mengalami pemberhentian selama 12 menit.

Berikut daftar 21 perjalanan KA yang sempat mengalami BLB akibat gempa:

1. KA 110 Fajar Utama Yogya relasi Pasarsenen-Yogyakarta: 35 menit.
2. KA 106 Gajahwong relasi Pasarsenen-Lempuyangan: 31 menit.
3. KA 16 Argo Dwipangga relasi Gambir-Solobalapan: 13 menit.
4. KA 46 Taksaka relasi Gambir-Yogyakarta: 27 menit.
5. KA 188 Joglosemarkerto: 36 menit.
6. KA 10C Argo Wilis relasi Bandung-Surabaya Gubeng: 40 menit.
7. KA 114C Sawunggalih relasi Pasarsenen-Kutoarjo: 38 menit.
8. KA 78D Lodaya relasi Bandung-Solo Balapan: 39 menit.
9. KA 6 Argo Semeru relasi Gambir-Surabaya Gubeng: 29 menit.
10. KA 89 Gaya Baru Malam Selatan relasi Surabaya Gubeng-Pasarsenen: 36 menit.
11. KA 69 Malabar relasi Malang-Bandung: 36 menit.
12. KA 291 Kutojaya Selatan relasi Kutoarjo-Kiaracondong: 66 menit.
13. KA 51F Purwojaya relasi Gambir-Cilacap: 12 menit.
14. KA 275B Pasundan relasi Surabaya Gubeng-Kiaracondong: 29 menit.
15. KA 8005 Angkutan Barang: 39 menit.
16. KA 143B Madiun Jaya relasi Madiun-Pasarsenen: 38 menit.
17. KA 2623 Angkutan Barang: 54 menit.
18. KA 75B Mataram relasi Solo Balapan-Pasarsenen: 41 menit.
19. KA 201 Joglosemarkerto: 31 menit.
20. KA 61B Manahan relasi Solo Balapan-Gambir: 40 menit.
21. KA 161 Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen: 33 menit.

KAI Daop 5 Purwokerto memastikan perjalanan KA kembali berjalan normal setelah pemeriksaan selesai dilakukan. Langkah pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya memastikan keselamatan penumpang dan awak kereta.

"KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat pemberhentian sementara tersebut. Kami juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian pelanggan selama proses pemeriksaan berlangsung," ujar As'ad.

KAI Daop 5 Purwokerto menyatakan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap perjalanan KA. Pemeriksaan terhadap prasarana perkeretaapian juga akan terus dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan pelanggan, awak sarana, serta kelancaran operasional perjalanan kereta api.



(ams/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads