Gempa M 5,4 Guncang Cilacap Terasa hingga Sleman, Ini Penjelasan BMKG

Aditya Mardiastuti - detikJateng
Jumat, 04 Sep 2026 14:36 WIB
Ilustrasi gempa M 5,4 di Cilacap. (Foto: Getty Images/kickers)
Solo -

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang Cilacap siang ini. Gempa ini berjenis tektonik dan tidak berpotensi tsunami.

BMKG mencatat episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,27° Lintang Selatan dan 109,02° Bujur Timur. Gempa ini tepatnya berlokasi dilaut 59 km Selatan Kota Cilacap, Jawa Tengah.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,3 pada kedalaman 69 km. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini Tidak Berpotensi Tsunami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/9/2026).

Dari analisis BMKG gempa pada pukul 12.05 WIB ini terjadi akibat aktivitas lempeng Indo-Australia.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan turun (Normal Fault)," jelasnya.

Wijayanto menyebut gempa Cilacap ini dirasakan di beberapa lokasi mulai dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Berikut rinciannya:

1. III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ) di Bantul, Cilacap, Kebumen, Purwokerto, Kulon Progo.
2. II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang - Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Pangandaran.
3. II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Pacitan, Sleman, Wonogiri.

Hingga pukul 12.40 WIB, hasil monitoring BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Masyarakat pun diimbau agar tetap tenang dan waspada.

"Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," imbaunya.



Simak Video "Video: Siap-siap! Puncak Kemarau Diprediksi pada Agustus dan Lebih Kering"

(ams/apu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork