750 Murid-Guru SMAN 1 Lasem Rembang Keracunan MBG, 3 Orang Rawat Inap

750 Murid-Guru SMAN 1 Lasem Rembang Keracunan MBG, 3 Orang Rawat Inap

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Kamis, 03 Sep 2026 15:34 WIB
Kondisi murid SMAN 1 Lasem yang diduga keracunan MBG saat menjalani perawatan di Puskesmas Lasem, Rembang, Kamis (3/9/2026).
Kondisi murid SMAN 1 Lasem yang diduga keracunan MBG saat menjalani perawatan di Puskesmas Lasem, Rembang, Kamis (3/9/2026). Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng
Rembang -

Sebanyak 725 murid dan 25 guru SMAN 1 Lasem, Rembang, mengalami diare massal, diduga setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Tiga murid di antaranya menjalani rawat inap di Puskesmas Lasem.

Kepala Puskesmas Lasem dr Joko Paryanto mengatakan terdapat 13 murid dan 5 guru SMAN 1 Lasem yang sempat mendapat penanganan medis.

"Lima guru sudah pulang semua. Sementara ranap (rawat inap) 3, lainnya masih observasi dan nanti sudah boleh pulang," kata Joko kepada detikJateng, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Joko mengatakan keluhan yang dialami pasien antara lain sakit perut, diare, mual, dan mulas. Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyebab insiden tersebut.

"Kami belum bisa menyimpulkan apakah gara-gara mengonsumsi MBG atau tidak. Karena hari ini banyak juga pasien diare yang lain," kata dia.

ADVERTISEMENT

Diketahui, para murid dan guru itu mengeluhkan sakit perut, diare, mual, hingga mulas, pada sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (3/9/2026). Kegiatan belajar mengajar (KBM) hari ini pun dihentikan dan seluruh siswa dipulangkan.

Kepala SMAN 1 Lasem Juhartutik mengatakan pihak sekolah langsung mendata warga sekolah yang mengalami keluhan tersebut. Hasil pendataan menunjukkan 725 murid dan 25 guru terdampak.

"Setelah itu saya kemudian laporan ke Puskesmas Lasem untuk penanganan darurat dan konsultasi ke Cabdin (Cabang Dinas), akhirnya murid kami pulangkan," kata Juhartutik kepada detikJateng, Kamis (3/9/2026).

Juhartutik menjelaskan, kondisi sekolah tidak lagi kondusif karena banyak murid dan guru harus mengantre menggunakan toilet. Dua toilet sekolah saat ini sedang direnovasi.

"Antrean di WC sangat sesak karena dua WC kami direnovasi. Karena keterbatasan WC ini sehingga akhirnya saya mohon izin ke Cabang Dinas untuk memulangkan anak," ujarnya.

Dia menjelaskan, SMAN 1 Lasem memiliki 1.174 murid dan 95 guru. Sementara itu, kapasitas toilet yang dapat digunakan saat kejadian hanya sekitar 30 orang.

"Yang bener-bener membutuhkan pelayanan kesehatan kami bawa ke Puskesmas. Saya nggak tega lihat anak-anak. Karena memang nggak mungkin, KBM juga tidak kondusif," imbuhnya.

Diare massal itu diduga berkaitan dengan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi pada Rabu (2/9/2026). Menu tersebut terdiri atas ayam bakar, nasi putih, mendoan, dan semangka.

Juhartutik mengatakan pihak sekolah menemukan satu porsi ayam bakar yang berlendir saat pemeriksaan makanan. Porsi tersebut kemudian disisihkan.

"Sepertinya (gegara) MBG kemarin. Jadi gini ada tim yang mencicipi kan, ada satu itu menemukan yang berlendir, ada satu itu baik. Dan yang berlendir ini sudah disisihkan," ungkapnya.

Dia menyebut pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjelaskan makanan dimasak sekitar pukul 03.00 WIB dan dikonsumsi siswa sekitar pukul 12.00 WIB.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads