Kebakaran gunungan sampah di TPA Putri Cempo Solo kini mencakup tiga blok, yakni B, C, dan D. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono, mengungkapkan bahwa total area yang terbakar mencapai sekitar 6 hektare, tersebar di Blok B, C, dan D.
Budi menyebutkan, fokus utama tim saat ini adalah melokalisir titik-titik api agar tidak merembet ke kawasan permukiman warga. Sebanyak empat tim pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk melakukan penyekatan di bagian tengah.
"Kurang lebih 6 hektare ya, kurang lebih 6 hektare. Jadi itu memang ada di yang terbakar kan di Blok B, C, dan D," kata Budi kepada awak media di Putri Cempo, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyebar tim pemadam di beberapa titik, Pemkot Solo juga menyiagakan satu unit mobil pemadam secara khusus di kawasan permukiman. Langkah ini diambil agar petugas bisa langsung bergerak cepat melakukan penyiraman jika sewaktu-waktu ada api yang mendekati perumahan warga.
"Jadi beberapa tim Damkar sudah disebar, itu memang melakukan penyemprotan di beberapa titik yang upaya untuk melokalisir api itu tidak menyebar ke pemukiman warga. Kalau asap kan memang ya mengikuti arah angin ya, jadi kita nggak bisa," ungkapnya.
Terkait operasional pembuangan sampah, Budi memastikan aktivitas tidak dihentikan total, namun dikendalikan secara ketat. Volume truk sampah yang masuk dikurangi agar jalur evakuasi dan mobilitas armada mobil pemadam maupun truk tangki air tidak terganggu.
"Kalau disetop sama sekali kan ya enggak mungkin juga, tapi juga kita atur tidak sebanyak seperti hari biasa. Kita kendalikan mana yang masih bisa masuk kita tampung, karena kita juga harus menyiapkan akses untuk kendaraan mobil pemadaman dan mobil tangki untuk tetap bisa masuk ke area ini dengan mudah," jelasnya.
Sementara itu, dampak asap pekat yang terbawa angin ke arah utara, khususnya wilayah Kabupaten Karanganyar, juga menjadi perhatian serius. Pemkot Solo berencana menurunkan tim dari Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga sekitar yang terdampak paparan asap. Pendataan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak juga masih terus dikoordinasikan dengan pihak RT/RW setempat.
"Di sisi utara itu ya, yang di wilayah Karanganyar itu itu yang terdampak asap ya, asap karena anginnya kan mengarah ke sana. Nanti nanti juga kita akan coba didata, kalau nanti kita akan turunkan dari Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan ke warga di sana," pungkasnya.
(apu/dil)
