Ular king cobra berukuran besar dievakuasi petugas pemadam kebakaran di Dusun Rejowinangun, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Petugas sempat mengira ular tersebut berjenis piton.
Peristiwa terjadi pada hari Sabtu (29/8). Empat orang petugas berjibaku agar bisa menangkap ular sepanjang 3 meter itu.
Laporan Kedua
Komandan Regu B Pos Ungaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Mujiyono mengatakan laporan soal keberadaan ular yang sama sudah diterima dua kali. Untuk yang pertama, petugas tidak menemukan ketika dilakukan pencarian.
"Laporan pertama belum ketangkap. Laporan pertama sudah sekitar dua hari sebelum yang laporan kedua," ujar Muji saat dihubungi detikJateng, Senin (31/8/2026).
"Dua hari sebelumnya itu sudah laporan dan dicari teman-teman Damkar yang piket tidak ketemu, ditinggalin nomor kantor. Kemudian kan kebetulan pas piket saya, lapor lagi, saya cari alhamdulillah ketemu," sambungnya.
Laporan kedua yaitu pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat perjalanan ke lokasi, petugas meminta warga untuk memantau keberadaan ular tersebut agar tidak lolos.
Sembunyi di Tumpukan Kayu
Muji menyebut, dalam laporan kedua, warga melihat ular itu di tumpukan kayu dekat rumah.
"Untuk informasi yang terakhir kan kami dapat info di tumpukan kayu-kayu, sambil saya suruh pantau. Soalnya kalau laporan ular itu kan sangat cepat sekali, dari laporan harus sekalian dipantau," terang Muji.
Empat orang tim Damkar lalu tiba di lokasi. Mereka langsung membongkar tumpukan kayu tempat persembunyian ular king cobra tersebut.
"Saya lokalisir sama teman-teman, kita singkirkan (tumpukan kayu) dengan kehati-hatian. karena informasinya kan kobra. Biasanya kalau kobra Jawa kan nyembur, saya tunggu kok enggak ada nyembur, enggak ada desisan," ungkap Muji.
Muji sempat mengira ular yang hendak mereka evakuasi adalah piton karena disebutkan memiliki ukuran besar. Dia terkejut ternyata yang dihadapinya ternyata king cobra.
"Kemungkinan ini saya kira pertama malah piton. Setelah saya melihat itu kok besar sekali dan itu kebetulan berdiri, wah itu king cobra," tutur Muji.
Melihat keberadaan king cobra itu, tim Damkar lalu melakukan upaya evakuasi. Muji mengatakan ular itu sempat lari ke dalam rumah hingga terpojok ke dalam lemari.
"Kobranya itu kan keluar, langsung dikejar sama teman-teman, dibantu keluarga masuk dalam rumah kita cari. Akhirnya dia terpojok di situ, di lemari, akhirnya bisa dievakuasi," jelas Muji.
Grab Stick Meleyot
Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam. Petugas hampir kewalahan karena tenaga ular yang besar, bahkan grab stick yang digunakan untuk menangkap kondisinya meleyot.
"Sebenarnya kalau kita nangani semua jenis binatang buas sih hampir semua sudah pernah kau kobra, piton, dan sebagainya. tapi emang ini karena king cobra, saya empat orang saja tenaganya sampai kewalahan. Alat kita yang grab stick itu kan sampai meleyot," jelas Muji.
Muji mengungkapkan, panjang ular tersebut mencapai sekitar tiga meter. Ia mengaku heran karena baru kali ini menemukan ular king cobra di wilayah Kabupaten Semarang.
"(Panjangnya) Kira-kira tiga meter lebih. Yang saya janggal itu di Kabupaten kok baru ini ya ada king cobra seperti itu. Saya yang takutkan kan kalau ada yang lain sampai ada beranak-pinak atau mungkin kalau dipelihara orang," tutur Muji.
Diserahkan ke BKSDA
Usai evakuasi, pihak Damkar kemudian hendak menyerahkan ular itu ke Exalos Indonesia. Namun karena ukuran ularnya yang terlalu besar, ular itu urung dibawa oleh komunitas edukasi dan pecinta ular tersebut. Akhirnya ular itu diserahkan ke BKSDA Jawa Tengah.
"Setelah kami amankan kami bawa ke Posko Damkar Ungaran. Kemudian kita koordinasi dengan tim Exalos, kita serahkan dan ternyata tim Exalos juga tidak punya tempat kandangnya, soalnya besar sekali kan," terang Muji.
"Dengan kesepakatan kita, lebih amannya, langsung saya sampai malam itu kita serahkan ke kantor BKSDA Jateng. Tindakan lebih lanjut kan mau dirilis atau diapakan kita serahkan ke situ," tutupnya.
Simak Video "Video: 36 Biksu Thudong yang Jalan Kaki dari Thailand Telah Sampai di Borobudur"
(alg/apl)