Kebakaran sempat melanda hutan yang diduga di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Pihak Balai memberikan penjelasan, bahwa kebakaran tersebut akibat guguran awan panas.
"Awan panas guguran tersebut mencapai batas vegetasi dan menyebabkan terbakarnya vegetasi tersebut," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Heri Wibowo, dalam keterangan tertulis kepada para wartawan Sabtu (29/8/2026) malam.
Disampaikan Heri, berdasarkan pantauan dari kamera pemantau aktivitas vulkanik BPPTKG, pada Jumat (28/8) pukul 21.22 WIB, terjadi awan panas guguran Gunung Merapi. Dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter, amplitude maksimal 87,74 mm dan durasi 116,97 detik, mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih).
Awan panas itu meluncur mencapai batas vegetasi. Hingga menyebabkan vegetasi yang terkena lava panas tersebut terbakar.
"Dan berdasarkan pantauan visual dari petugas yang berada di Posko Kebakaran Hutan pada Jumat malam, api tidak berkembang membesar," jelasnya.
Kemudian, lanjut dia, pada pagi hari tadi, pihaknya mendapat laporan masyarakat, adanya kejadian kebakaran di area Babadan di sisi barat laut utara. Infornasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengamatan di beberapa titik.
"Dari hasil pantauan terdapat asap tetapi setelah pengecekan di sekitar lokasi telah padam," imbuh Heri.
Hingga siang hari tadi, jelas Heri, berdasarkan pengamatan dari menara kebakaran hutan Jurang Jero, tidak dijumpai adanya kepulan asap. Demikian juga dari Pos Pemantauan Gunung Merapi di Babadan.
"Meski demikian sebagai upaya mitigasi kebakaran hutan, pemantauan masih terus dilakukan baik secara visual, peninjauan langsung ke lapangan, maupun melalui SIPONGI untuk memantau keberadaan titik api," tegasnya.
Untuk pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan, lanjut dia, Balai Taman Nasional Gunung Merapi menyiagakan pos koordinasi kebakaran hutan yang bertempat di Kantor Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Srumbung, Magelang. Juga menugaskan personil baik daru ASN, manggala agni, serta masyarakat mitra polhut atau masyarakat peduli api untuk berjaga.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, apabila menjumpai kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi agar menyampaikan informasi ke Posko Kebakaran Hutan. Bisa juga ke nomor telepon ke call center yang telah disediakan.
Simak Video "Video Titik Panas Karhutla Kalimantan Melonjak, Kalteng Paling Parah "
(alg/alg)