1 Balita Korban Kebakaran di Banyumanik Semarang Meninggal

1 Balita Korban Kebakaran di Banyumanik Semarang Meninggal

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Kamis, 27 Agu 2026 21:38 WIB
Petugas Damkar Kota Semarang saat melakukan pemadaman rumah kebakaran di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik.
Petugas Damkar Kota Semarang saat melakukan pemadaman rumah kebakaran di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik. Foto: Dok. Damkar Kota Semarang
Semarang -

Balita berusia lima bulan bernama Nail yang menjadi korban kebakaran rumah di Banyumanik, Kota Semarang, dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal malam ini.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono mengonfirmasi kabar meninggalnya balita tersebut.

"Yang meninggal identitas laki-laki umur 5 bulan. (Namanya Nail?) Iya, Mas," kata Tantri kepada detikJateng melalui pesan singkat, Kamis (27/8/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tantri menyebut korban meninggal sekitar pukul 19.20 WIB. Namun, belum ada informasi lebih lanjut di mana Naik mengembuskan napas terakhir.

"(Meninggal) Kurang lebih jam 19.20," ujar Tantri.

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, kebakaran melanda rumah di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (27/7) siang. Akibatnya, tiga penghuni rumah mengalami luka bakar.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menyebut saat kebakaran terdengar suara ledakan. Tantri mengatakan, kemungkinan ledakan itu berasal dari tabung gas yang bocor di ruangan tertutup.

"Pertama ada ledakan di dapur itu temboknya pecah. Dan ruangan tertutup," kata Tantri saat dihubungi awak media, Kamis (27/8/2026).

Saat kebakaran terjadi, ada tiga penghuni di dalam rumah. Ketiganya yakni Nurjannah (50) sebagai asisten rumah tangga (ART) serta Nail (6 bulan) dan Arkana (4) yang merupakan anak perempuan pemilik rumah.

Ketiganya berada di ruang keluarga. Ruangan tersebut juga digunakan sebagai dapur.

"Jadi dia posisi dapur yang kebakar dari tabung gas. Dapur jadi satu dengan ruang keluarga," sebut Tantri.

Sementara itu, hanya terdapat satu pintu keluar di rumah. Para korban diselamatkan oleh warga sekitar.

"Dia terjebak di ruangan tengah dan untungnya sempat keluar. Korban diselamatkan warga," ungkap Tantri.

Adapun dua balita mengalami luka bakar cukup serius. ART rumah tersebut mengalami luka bakar ringan. Ketiganya lantas dilarikan ke Rumah Sakit Umum Hermina di Banyumanik.

"Luka bakar anak-anak itu hampir sekujur tubuh. (Para korban) Dibawa ke RS dari warga setempat" terang Tantri.

Adapun bagian rumah yang terbakar adalah plafon hingga atap rumah. Barang-barang di ruangan keluarga juga hangus.

Tantri menyebut kendala yang dialami petugas di lapangan adalah gang sempit. Mobil pemadam kesulitan masuk ke lokasi.

"Gangnya sempit sekali dan sangat ngepres," ucapnya.

Tantri mengimbau masyarakat agar rutin untuk mengecek tabung gas dan regulatornya. Dia juga meminta agar selalu memeriksa kelistrikan di rumah.

"Banyak terjadi kebocoran gas. Saya mengimbau untuk memastikan tutup dan regulator itu dicek agar aman. Korsleting listrik itu seperti charger HP dan apa itu harus diperiksa terus," pungkasnya.

Lihat juga Video 'Kebakaran Rumah Sakit di Pakistan, 15 Bayi Tewas':

(dil/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads