Pelanggan PDAM di Semarang Sambat Air Keruh-Kecil, Ini Penyebabnya

Pelanggan PDAM di Semarang Sambat Air Keruh-Kecil, Ini Penyebabnya

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Kamis, 27 Agu 2026 19:53 WIB
Ilustrasi keran air.
Ilustrasi keran air. Foto: Istimewa/ Unsplash.com
Semarang -

Sumber air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, menurun karena terdampak kemarau. Akibatnya, pelanggan mengalami debit air mengecil dan keruh.

"Semingguan ini awalnya airnya keruh, lumayan kenceng. Sadarnya ketika airnya ditampung di ember agak banyak kok agak coklat gimana," kata warga Kecamatan Pedurungan, Lia (35) saat dihubungi detikJateng, Kamis (27/8/2026).

"Berbau kaporit. Makin ke sini cuma warna cokelat ada, dan udah nggak ada aroma kaporitnya. Dua hari terakhir debit airnya makin kecil, di rumah buat kamar mandi," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lia menyadari debit air semakin mengecil saat membuka keran di kamar mandi yang posisinya lebih rendah dibanding westafel. Saat dibuka bersamaan, air di westafelnya sangat kecil.

"Mulai dari tadi pagi ketika keran kamar mandi udah aku buka dan itu tidak sekencang yang biasanya, itu keran wastafel tidak ngalir. Kayak harus salah satu yang nyala," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Dia menduga kondisi tersebut berlangsung lantaran kemarau. Dia memanfaatkan air PDAM untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Untuk mencuci baju dia pakai air sumur.

Kondisi serupa juga dialami warga Kecamatan Tembalang, Yosep (33). Yosep sering menemukan air PDAM di rumahnya tidak mengalir.

"Beberapa kali dalam sepekan ini seperti jam 4 sore itu aku di rumah, mandi mau ngidupin PDAM itu nggak ngalir dan jam 8 malam nggak ngalir," kata Yosep saat dihubungi detikJateng hari ini.

Kalaupun mengalir, Yosep mengatakan, debit airnya kecil. Tandon di atas rumahnya tidak bisa diisi. Terkadang air juga keruh saat mengalir deras.

"Airnya PDAM aneh ya, kalau dikencengi itu butek seperti kemasukan tanah. Kalau sangat pelan itu malah jernih. Kalau pelan kapan mau penuh," keluhnya.

Penjelasan PDAM

Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Charisma Mayang Sari mengatakan kondisi yang dialami pelanggan tersebut merupakan dampak dari berkurangnya air baku di IPA Kudu.

"Penurunan ketersediaan air baku tersebut terjadi sebagai dampak musim kemarau. Kondisi ini berpengaruh terhadap proses produksi sekaligus pendistribusian air minum kepada pelanggan di sejumlah wilayah Semarang Timur," kata Mayang dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8).

Saat ditanya seberapa banyak penurunan debit air di IPA Kudu, Mayang belum bisa memperkirakan. Dia menyebut air di IPA Kudu berasal dari Bendung Klambu.

"Untuk jumlah pasokannya ini detailnya itu setiap hari kan fluktuatif. Nggak bisa terus kita detailkan angka yang fix gitu karena setiap hari kan pasti pasokan ini kan naik turun gitu. Karena ini kan kalau (IPA) Kudu itu kan asalnya dari Bendung Klambu," bebernya.

Sepekan terakhir PDAM Tirta Moedal masih bersiaga. Dua pekan lalu, dampak kemarau masih belum begitu terasa.

"Sebetulnya dalam seminggu ini sih kita sudah siagakan terus, siap sedia terus. Karena memang makin ke sini, kemaraunya ini semakin kering. Sehingga kemarin itu dalam medium dua minggu yang lalu sih masih belum terasa dampaknya," ucapnya.

Dia pun meminta maaf kepada pelanggannya atas kondisi tersebut.

"Tirta Moedal menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kemungkinan gangguan pelayanan yang terjadi," pungkasnya.

Berikut sejumlah wilayah terdampak menurunnya debit air baku di IPA Kudu berdasarkan data PDAM Tirta Moedal.

Bukit Kencana Jaya, Bukit Sendangmulyo, Rowosari, Meteseh, Kebontaman, Kedungmundu, Sendangguo, Gayamsari Selatan, Kinibalu, Karanggawang, Plamongan Sari, Plamongan Indah, Penggaron, Pedurungan, Majapahit, Fatmawati, Klipang, Ketileng, Jomblang, Tentara Pelajar, Peterongan, Tanah Putih, Wahidin dan Singotoro. Kaligawe, Padi, Kapas, Tenggang, Cilosari, Sendang Indah, Masjid Terboyo, Pengapon, Raden Patah, Industri Kaligawe, Purnosari, Pasar Kobong, Genuk, Trimulyo, Widuri, Dongbiru, Karangroto, Kudu, Syuhada, Woltermonginsidi, Muktiharjo, Tlogosari, Tlogomulyo, Pedurungan Lor, Palebon, Soekarno Hatta, Citarum, Progo, Pelabuhan, Ronggowarsito, Depo Indah, Kebonharjo, Spoorland dan sekitarnya.



(dil/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads