Karhutla di Jateng Naik 700 Persen, Luas Hutan Terbakar Capai 213 Hektare

Karhutla di Jateng Naik 700 Persen, Luas Hutan Terbakar Capai 213 Hektare

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Senin, 24 Agu 2026 20:00 WIB
Ilustrasi Kebakaran hutan di Riau (Chaidir-detikcom)
Foto: Ilustrasi Kebakaran hutan (Chaidir-detikcom)
Semarang -

213 hektare (ha) hutan di Jawa Tengah (Jateng) hangus terbakar sejak awal tahun ini. Jumlah kebakaran hutan di Jateng sendiri mengalami peningkatan 700 persen dibanding tahun lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Jateng, Alexander Armin Nugroho. Ia menyebut, total kejadian kebakaran di Jateng selama 2026 mencapai 547 kejadian.

"Selama periode 1 Januari sampai 23 Agustus, kebakaran hutan dan lahan 232 kejadian, meningkat 700 persen dibanding tahun lalu. Kebakaran gedung dan pemukiman 315 kejadian, meningkat 43 persen dari tahun lalu. Total 547 kejadian," kata Armin dalam laporannya yang diterima detikJateng, Senin (24/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, total kerusakan akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp 34,4 miliar. Karhutla itu disebut mencapai puncaknya pada Agustus, sementara kebakaran gedung puncaknya di Juli. Akibatnya 213 hektare (ha) hutan dan 195 ha lahan terbakar.

ADVERTISEMENT

"Kejadian tertinggi karhutla ada di Klaten 31 kejadian, Sragen 30 kejadian, Sukoharjo 18 kejadian. Kebakaran gedung tertinggi di Kota Semarang 53 kejadian, Kabupaten Klaten 35 kejadian, Kabupaten Semarang 32 kejadian," ucapnya.

Selain karhutla dan kebakaran gedung, kebakaran juga terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sebanyak 2,17 ha TPA terbakar.

"Kebakaran gedung dan pemukiman menyebabkan orang meninggal, 292 unit rumah terbakar, dan 382 bangunan lain terbakar," urainya.

"Analisi penyebab utamanya paling banyak karena korsleting listrik 23,4 persen, pembakaran sampah 21,7 persen, dan yang lainnya 35,28 persen," lanjutnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, memeriksa instalasi listrik secara berkala, menyiapkan APAR, serta langsung melapor jika ada kebakaran.

Terpisah, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen juga mengimbau masyarakat untuk tak membuat puntung rokok sembarangan, karena hal itu menjadi salah satu penyebab kebakaran.

"Kita harus menjaga betul. Khususnya para perokok, jangan buang puntung rokok asal dilempar, karena itu bisa menyebabkan kebakaran, salah satunya dari itu," imbaunya.

Ia mengatakan, dirinya mendapat laporan bahwa karhutla memang terjadi di beberapa daerah di Jateng. Oleh karenanya, ia menyebut perlu adanya antisipasi dari kekeringan ekstrem yang terjadi belakangan.

"Kemarin saya dapat laporan dari Wonogiri, dari Kabupaten Kudus. Yang jelas kita harus antisipasi karena saat ini semakin ekstrem panasnya dan kekeringan itu sudah kita rasakan betul," ucapnya.



(afn/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads