Kala 2 Kubu di Keraton Solo Rebutan Gamelan Sekaten

Terpopuler Sepekan

Kala 2 Kubu di Keraton Solo Rebutan Gamelan Sekaten

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 23 Agu 2026 13:58 WIB
Abdi dalem mengeluarkan Gamelan Kyai Sekati menyambut Maulid Nabi, Rabu (19/8/2026).
Abdi dalem mengeluarkan Gamelan Kyai Sekati menyambut Maulid Nabi, Rabu (19/8/2026). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Gamelan Kyai Sekati dikeluarkan dari Keraton Solo menuju Masjid Agung dan ditabuh untuk memeringati Sekaten. Namun, gamelan itu rupanya menjadi sumber konflik dua kubu keraton.

Diketahui, gamelan dikeluarkan dari Kori Kamandungan ke Sitihinggil melewati Alun-alun Utara dan masuk ke Masjid Agung Solo. Keluarnya gamelan dipimpin Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng.

"Ada dua perangkat nggih, Guntur Madu dan Guntur Sari. Nah, ini memang sudah dipindah ke sini (Handrawina) dari tempat sana (Pendopo Parangkarso) karena di sana keadaannya sudah parah banget itu gedungnya dan itu termasuk apa, proyek revitalisasi nanti," katanya ditemui awak media di Sasana Handrawina, Rabu (19/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, gamelan-gamelan tersebut diletakkan di Handrawina karena lokasi sebelumnya akan direvitalisasi. Selain itu, dia menyebut bahwa Pendopo Parangkarso dipenuhi kelelawar.

ADVERTISEMENT

"Dari Pendopo Parangkarso, nggih. Kalau kita lihat ada bangunan gede, tinggi, yang biasa banyak kelelawar itu, nah di sebelah situ," ucapnya.

Gusti Moeng yang juga menjabat sebagai Pengageng Sasana Wilapa Paku Buwono XIV Mangkubumi mengatakan, gamelan-gamelan tersebut dikeluarkan dalam rangka sekaten atau menyambut kelahiran Nabi Muhammad. Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari akan dibunyikan mulai hari ini hingga puncak Maulid Nabi.

"Dalam rangka Sekaten, nggih. Nanti mulai ditabuhkan jam setengah 2 siang. Terus kalau besok itu hanya sampai jam 3 sore karena kan malam Jumat. Kalau setelah Ashar itu, kalau Kamis malam, malam Jumat itu prei (libur), dan kalau nanti apa, Jumat itu habis Jumatan baru ditabuh," jelasnya.

"Dalam rangka Sekaten memperingati hari kelahiran Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang itu sudah sejak apa nggih, sejak Demak sudah ada itu. Nah kalau gamelan yang Demak itu malah ada di Cirebon, di Kanoman Cirebon, nggih," sambungnya.

Lebih lanjut, Gusti Moeng menyebut bahwa Gamelan Kyai Guntur Sari akan ditempatkan di Bangsal Pagongan sisi utara dan Gamelan Kyai Guntur Madu di Bangsal Pagongan sisi selatan. Menurutnya, salah satu gamelan ada yang pecah.

"Lor (utara) Guntur Sari dan Kidul (selatan) Guntur Madu. Gamelan ada gong, bedug, kempyang, kondisi bagus, ada yang pecah saron tapi dibikin baru, tadi ada satu yang tertinggal pencu kempyang pecah sudah diganti," pungkasnya.

Terjadi Adu Mulut

Rupanya, keluarnya Gamelan Kyai Sekati sempat diwarnai adu mulut. Cekcok terjadi antara Pengageng Sasana Wilapa Paku Buwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay dengan sekelompok pria di Masjid Agung usai miyos gangsa.

Rekaman itu beredar di media sosial. Dalam video itu tampak sejumlah pria berbaju batik terlibat adu mulut. Di video lainnya, terlihat Rumbay hendak memaksa masuk ke Bangsal Pagongan namun terhalang.

Saat dimintai konfirmasi terkait konfliknya dengan kubu PB XIV Mangkubumi, Rumbay enggak bicara banyak. Ia mengungkapkan tidak ingin membuat keributan.

"Nggak usah, saya nggak mau ramai," kata Rumbay kepada awak media di Masjid Agung, Rabu (19/8/2026).

Rumbay menyatakan gamelan itu dikeluarkan tanpa izin dari pihak PB XIV Purbaya.

"Yang jelas mengambil gamelan tanpa seizin Sinuhun (PB XIV Purbaya) itu aja," bebernya.

Rumbay juga mengaku saat kejadian, dirinya sempat terjatuh.

"Iya (sempat jatuh) udah ya," katanya berlalu.

Klarifikasi Kubu PB XIV Mangkubumi

Sementara Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi, mengaku dirinya sempat melerai pertikaian tersebut. Ia juga menegaskan keluarnya gamelan sudah seizin PB XIV sebagai raja versi mereka.

"Lha kami seluruh rangkaian acara sekaten kita selenggarakan bersama-sama Sinuhun (PB XIV Mangkubumi) juga instansi terkait," bebernya.

Ia mengatakan awalnya, PB XIV Mangkubumi hendak datang namun tidak jadi.

"Tadi Sinuhun mau hadir sebenarnya. Nanti cari waktu yang pas," pungkasnya.



(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads