Viral KA Berhenti di Prambanan Imbas Gempa Bantul, KAI Buka Suara

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Kamis, 20 Agu 2026 20:17 WIB
Ilustrasi kereta api. Foto: Getty Images/SUMAR TOYO
Klaten -

Video kereta api berhenti di rel wilayah Desa Sanggrahan, Kecamatan Prambanan, Klaten, sore tadi jadi viral di media sosial. KA tersebut berhenti karena imbas gempa bumi magnitudo 3,5 di Bantul.

"17:48 terjadi gempa mengakibatkan kereta berhenti untuk lokasi di geneng sanggrahan prambanan klaten min," tulis postingan akun Facebook Merapi _News sebagaimana dikutip detikJateng, Kamis (20/8/2026) sore.

Berkaitan dengan kejadian tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta melalui pesan tertulis yang diterima detikJateng memastikan semua perjalanan KA dalam keadaan selamat dan aman setelah terjadi gempa yang juga dirasakan di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta, Kamis (20/8) pukul 17.20 WIB.

KAI menyatakan, demi keselamatan, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta sempat berhenti luar biasa (BLB) untuk pemeriksaan kondisi prasarana dan sarana pasca gempa.

Tim lapangan KAI Daop 6 langsung melakukan pemeriksaan prasarana dan sarana secara menyeluruh meliputi jembatan, jalur rel dan prasarana pendukung lainnya serta kondisi rangkaian KA. Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan semua lintas dan jalur KA aman, seluruh kereta api telah melanjutkan perjalanannya kembali.

"KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para penumpang yang terdampak dan terima kasih banyak atas kesabaran para pelanggan atas kondisi tersebut. Pemeriksaan prasarana dan sarana pasca gempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan oleh KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga. Pada pukul 17.42 WIB, seluruh lintas dinyatakan aman dan seluruh KA yang BLB dapat melanjutkan perjalanannya," ujar Feni Novida Saragih selaku Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8).

Feni mengatakan, KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan terima kasih atas kesabaran para pelanggan atas kondisi tersebut. KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk selalu memprioritaskan keselamatan perjalanan kereta api. Untuk informasi mengenai pelayanan KA dapat menghubungi contact center KAI121 di 021-121 atau social media @kai121.

Berikut KA yang BLB untuk prosedur pemeriksaan prasarana dan sarana pasca gempa di Daop 6:

1. KA 251b Jayakarta (19 menit)
2. KA 575a BIAS (12 menit)
3. KA 151 Brantas (10 menit)
4. KA 707 Commuterline Palur-Yogyakarta (24 menit)
5. KA 2751f Cilace Trans (24 menit)
6. KA 247c Logawa (17 menit)
7. KA 557 Bandara YIA (25 menit)
8. KA 107b Senja Utama Yk (15 menit)
9. KA 2605 Cilawalu Service (19 menit)
10. KA 70 Malabar (11 menit)
11. KA 726 Commuterline Yogyakarta- Palur (10 menit)
12. KA 86b Sancaka (23 menit)
13. KA 7006 Batavia (24 menit)
14. KA 282 Bengawan (25 menit)
15. KA 2722 Kalem Service (19 menit)
16. KA 506 Prameks (22 menit)
17. KA 568 Bandara Yia (24 menit)
18. 62b Manahan (17 menit)
19. KA 158 Wijaya Kusuma (14 menit)
20. KA 532 Bandara YIA (11 menit)

Diberitakan sebelumnya, gempa bumi tektonik dengan magnitudo 3.5 mengguncang Bantul dan sekitarnya, sore tadi. Menurut BMKG, getaran gempa ini terasa hingga Klaten, Solo dan Magelang.

Dilansir laman resmi BMKG, gempa itu terjadi pukul 17.20 WIB tadi. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.88 LS; 110.45 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km arah Timur Laut Bantul, DIY dengan kedalaman 21 km.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Opak," tulis BMKG, dikutip detikJateng pada Kamis (20/8/2026).

Gempa bumi ini dirasakan di Bantul, Kota Jogja III MMI (getaran dirasakan seperti terdapat truk bermuatan melintas). Sedangkan di Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo dan Magelang II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hingga pukul 17.39 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada aktivitas gempabumi susulan (aftershock).



Simak Video "Video Update Gempa NTT: 105 Orang Meninggal Dunia"

(dil/apu)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork