Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menyebut ada 31 sekolah di bawah kewenangannya yang bakal diperbaiki tahun ini. Namun, ada tiga sekolah yang perbaikannya harus ditunda, dengan Disdik mengungkap alasannya.
"Di Dinas Pendidikan tahun anggaran 2026 ini untuk paket pekerjaan lelang ada 31 paket pekerjaan lelang. Baik itu di jenjang SD, TK, maupun di jenjang SMP. Nah, yang sampai saat ini sudah mendapatkan penyedia itu ada 29 paket pekerjaan lelang," sebut Kepala Disdik Kota Semarang, Muhammad Ahsan, saat ditemui di Balai Kota Semarang, Kamis (20/8/2026).
Ahsan menerangkan, sebenarnya ada dua paket yang masih dalam proses pengadaan. Tetapi pihaknya tidak yakin bakal selesai. Sebab itu, dua paket tersebut terpaksa ditunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih menyisakan dua paket pekerjaan lelang yang sampai saat ini masih berproses di PBJ. Tapi mengingat waktu, kami tidak yakin kalau itu nanti pekerjaannya bisa selesai," jelasnya.
Adapun perbaikan sekolah berlangsung selama 90 hari kerja. Jika lelang tersebut dilanjutkan, maka waktu pengerjaan tidak memungkinkan rampung hingga akhir tahun.
"Sehingga praktis berkontrak dan mulai melaksanakan pekerjaan kan di bulan Oktober. Nah, kalau 90 hari kerja kira-kira itu tidak cukup waktunya," ungkapnya.
"Sehingga untuk antisipasi ini dua pekerjaan lelang ini terpaksa kami tangguhkan terlebih dahulu. Karena kita antisipasi kalau nanti itu harus putus kontrak di tengah jalan kan malah risiko," imbuhnya.
Adapun dua paket tersebut meliputi pengerjaan di tiga sekolah. Namun, Ahsan belum bisa memerinci perbaikan apa saja yang dilakukan.
"Itu untuk pekerjaan lelang di SD Karanganyar Gunung 2. Satu paket lagi di SD Gajahmungkur 1 dan SD Manyaran 3," sebutnya.
Adapun 29 paket telah masuk selesai dilelang dan tengah dikerjakan. Mayoritas kerusakan yang diperbaiki yakni berupa kerusakan atap sekolah.
"Kebanyakan adalah atap sama kusen, pintu, dan jendela," tuturnya.
Disdik juga berkoordinasi dengan Kementerian Sekolah Dasar dan Menengah untuk perbaikan sekolah rusak di Kota Semarang.
"Kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah karena di sana juga ada program revitalisasi. Sehingga bareng-bareng nanti melalui anggaran dari pusat maupun anggaran APBD sekolah-sekolah yang rusak ini segera bisa diperbaiki," terangnya.
