Seorang balita bikin geger warga Warangan, Kepil, Kabupaten Wonosobo, lantaran naik ke atas atap rumah. Bagaimana caranya si balita bisa memanjat ke atas atap?
Kepala Desa Warangan, Mustofa, mengungkapkan rumah di sana berterap-terap atau atas bawah karena berada di pegunungan. Balita itu merayap dengan zig-zag hingga sampai ke atap.
"Saya cek, Alhamdulillah anak tersebut tidak masuk kolam. Sebab di pinggir itu ada kolam, Alhamdulillah. Iya malah naik ke genting itu, naiknya zig-zag. Itu sekitar umur 2 tahun," kata Mustofa saat dihubungi detikJateng, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini sempat dikira terjadi di Kajoran, Kabupaten Magelang, sehingga diunggah di akun Instagram @magelang_raya.
"Balita di Sukomakmur Kajoran Magelang ini membuat panik orang tua dan tetangganya karena tiba tiba kedapatan berada di atas genteng rumah tetangganya. Info dari warga 'Mrobol lewat pager..lha pagare iku langsung ning gendenge Tonggo'
'Menerobos pagar halaman, pager bersebelahan langsung dengan genteng tetangga'. Jadi berawal main di halaman rumah, kemudian balita tersebut menerobos pagar halaman yang kebetulan bersebelahan persis dengan genteng rumah tetangga.
Beruntung hal tersebut cepat di ketahui dan balita tersebut berhasil di selamatkan dan di bawa turun oleh bapak bapak dengan membuka genteng satu persatu," tulis dalam keterangan seperti dilihat detikJateng.
Mustofa melanjutkan, dia mengetahui insiden tersebut terjadi di desanya Rabu (19/8) siang kemarin.
"Kejadian kula kepengker (kemarin) sekitar jam 11.00 WIB. Saya tahunya video viral sudah sore, terus tanya-tanya ternyata (desa saya). Karena pada tanya ke saya," ucap Mustofa.
Mustofa mengatakan, kedua orang tua balita itu bekerja dan di rumah bersama neneknya.
"Di rumah dengan mbahnya. Anaknya aman, nggih (di video anak menangis saat diturunkan). Aman, aman," ujarnya.
Mustofa menambahkan, balita tersebut diketahui berada di atap genting kali pertama diketahui neneknya.
"Pertama diketahui mbahe. Tadinya kan sama mbahnya, mbahnya mau menjemur pakaian. Dipanggil-panggil cuman nyahut saja, tapi tidak ikut arah perginya mbahnya," kata Mustofa.
"Terus setelah menjemur pakaian, mbahnya mencari di ruang televisi, kamar mandi nggak ada. Terus dicari di kolam tidak ada, tapi (balita itu) masih menjawab panggilan mbahnya. Setelah di kolam nggak ada, mbahnya menengok ke atas ternyata sudah di atas atap genting," imbuhnya.
Setelah mengetahui kejadian tersebut karena masih para tetangganya masih berada di ladang. Kebetulan ada pekerja yang bekerja di rumah tetangganya.
"Terus minta tolong orang kerja di sebelah rumah (membantu menurunkan)," pungkasnya.
