Tragedi Pasutri Tewas Saat Antar Jenazah Anak di Tol Batang

Round up

Tragedi Pasutri Tewas Saat Antar Jenazah Anak di Tol Batang

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 20 Agu 2026 05:00 WIB
Penampakan ambulans yang terlibat kecelakaan maut dan menewaskan 3 orang di Tol Batang, Rabu (19/8/2026).
Penampakan ambulans yang terlibat kecelakaan maut dan menewaskan 3 orang di Tol Batang, Rabu (19/8/2026). Foto: Saktyo Dimas R/detikJateng
Solo -

Tragedi kecelakaan maut menimpa rombongan pengantar jenazah di Tol Batang-Semarang KM 379+900 jalur A. Tiga orang meninggal dunia, termasuk pasangan suami istri (pasutri) yang sedang mengantar jenazah anaknya.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi pada Rabu (19/8/2026) pukul 00.46 WIB di ruas tol Jakarta menuju ke Semarang tepatnya di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Ada empat kendaraan yang terlibat laka maut itu yakni Suzuki APV ambulans bernomor polisi D 1142 AFZ, truk Hino bak besi BE 8501 PV, Toyota Innova G 1480 BK, dan Toyota Avanza B 2058 UOR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kecelakaan yang terjadi Rabu (19/8) dini hari melibatkan 4 kendaraan. Satu kendaraan merupakan ambulans pembawa jenazah, truk hino, dan dua kendaraan pengiring jenazah," kata Kasat Lantas Polresta Batang AKP Eka Hendra Ardiansyah, saat dihubungi detikJateng, Rabu (19/8).

Ambulans Hendak Menyalip

Kepada polisi, sopir ambulans, Suharto, warga Ciledug Tangerang, mengaku sempat menyalip truk dari sisi kanan dengan kecepatan sedang. Namun ternyata ambulans menabrak bodi belakang sisi kanan truk.

ADVERTISEMENT

Setelahnya ambulans itu oleng ke kanan dan menabrak bodi samping Toyota Innova yang merupakan mobil keluarga pengiring jenazah.

"Saat menyalip truk, sopir hilang konsentrasi dan menabrak bodi belakang samping kanan truk. ambulans ringsek di bagian bodi kiri, lalu ambulans oleng ke kanan dan menabrak bodi samping kiri Toyota Innova," jelas Eka.

Benturan yang keras ternyata membuat roda cadangan truk terpental hingga menimpa mobil lain yang masih satu rombongan pengantar jenazah.

"Karena benturan keras antara truk dengan ambulans, ban cadangan truk terpental dan menimpa bagian depan samping kanan mobil pengiring jenazah," ujarnya.

3 Orang Tewas

Kecelakaan itu pun menewaskan tiga orang penumpang ambulans. Dua di antaranya pasutri Mulyana dan Giyanti. Sedangkan satu orang lagi merupakan asisten sopir ambulans bernama Tekat Suyanto warga Ciledug, Kota Tangerang.

"Dalam kecelakaan tersebut, tiga orang penumpang meninggal dunia dan dua di antaranya sepasang suami istri. Sedangkan yang satu korban itu merupakan asisten sopir ambulans," paparnya.

Saat diminta konfirmasi kemarin, Rabu (19/8), Eka menegaskan kecelakaan itu masih diusut polisi. Sopir ambulans, Suharto, diperiksa intensif di kantor Satlantas Polres Batang.

"Masih kami periksa sopir ambulansnya. Ini kami yang tangani kasus kecelakaannya dan beri kami waktu. Belum ada peningkatan status tersangka, masih terduga,"

Pasutri Antar Jenazah Anak

Pasutri yang meninggal dunia dalam kecelakaan itu sedang dalam perjalanan mengantar jenazah anaknya, Vicky Tio Prasetyo. Rombongan keluarga ini berniat mengantar jenazah anak dari kedua korban untuk dimakamkan di kabupaten Jepara.

"Kami ini niatnya mau antar jenazah anak korban yang namanya Vicky Tio Prasetyo ke Jepara untuk dimakamkan. Tragisnya malah orang tuanya Vicky meninggal dalam peristiwa tragis," kata keluarga korban, Sutomo kepada detikJateng saat mengambil jenazah korban di RSI Muhammadiyah Weleri, Rabu (19/8/2026).

Sutomo menjelaskan Mulyana dan Giyanti saat kecelakaan berada di bagian belakang mobil ambulans menemani jenazah anak mereka.

"Memang benar, Mulyana dan Giyati itu pasangan suami istri, saat itu keduanya duduk di bagian belakang menemani jenazah anaknya Vicky," jelasnya.

Dimakamkan Terpisah

Pasutri yang meninggal dalam kecelakaan dan jenazah anaknya akan dimakamkan di tempat berbeda. Anak dan ibu dimakamkan di Jepara, sedangkan sang ayah di Cengkareng.

"Kalau jenazah Geyati dan anaknya, Vicky, mau dibawa dan dimakamkan di Jepara. Sedangkan jenazah suaminya, Mulyana, dimakamkan di Cengkareng Jakarta," kata Sutomo.

Ketiga jenazah yang masih satu keluarga itu kemudian diserahkan kepada pihak keluarga setelah sempat dibawa ke RSI Muhammadiyah Weleri.



(alg/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads