Sungai Silugonggo Pati Mengering Wisatawan Kecele Tidak Bisa Susur Kali

Sungai Silugonggo Pati Mengering Wisatawan Kecele Tidak Bisa Susur Kali

Dian Utoro Aji - detikJateng
Rabu, 19 Agu 2026 18:08 WIB
Situasi Sungai Silugonggo tepatnya di wisata Bestari tampak mengering, Rabu (19/8/2026).
Situasi Sungai Silugonggo tepatnya di wisata Bestari tampak mengering, Rabu (19/8/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Sungai Silugonggo tepatnya di Desa Sugiharjo Kecamatan Pati, Kabupaten Pati mengalami kekeringan. Dampaknya wisata Silugonggo Bestari pun sepi peminat karena dua armada perahu tidak bisa beroperasi.

Pantauan detikJateng di lokasi pukul 17.00 WIB, kondisi Sungai Silugonggo berangsur mengering beberapa pekan ini. Terlihat ada beberapa titik sungai yang sudah kering dan dasar tanahnya terlihat. Sementara beberapa titik masih ada airnya sedalam 50 sentimeter.

Akibat ini, wisata Silugonggo Bestari tidak bisa beroperasi. Dua armada perahu hanya terdiam di pinggir kali karena debit terus berkurang dan mengering.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu wisatawan, Rohman Alkorni mengaku datang dari Kayen Pati ingin bermain perahu di Sungai Silugonggo. Akan tetapi ternyata sungai tersebut airnya menyusut drastis.

"Saya kira masih ada airnya, ternyata sudah kering tidak bisa naik perahu, agak kecewa sih," kata Rohman ditemui di lokasi, Rabu (19/8/2026).

ADVERTISEMENT

Situasi Sungai Silugonggo tepatnya di wisata Bestari tampak mengering, Rabu (19/8/2026).Situasi Sungai Silugonggo tepatnya di wisata Bestari tampak mengering, Rabu (19/8/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Ketua Bumdes Desa Sugiharjo, Sutrisno mengatakan sebulan belakangan ini debit Sungai Silugonggo terus berkurang. Beberapa titik sungai pun kering dan terlihat dasar sungai.

"Kondisi saat ini karena terbatas air Sungai Silugonggo yang kering kami mengandalkan wisata perahu kita sudah 1 bulan tidak operasional untuk susur sungai karena debit air terus menurun," kata Sutrisno ditemui di lokasi sore ini.

Sutrisno mengatakan sebulan ini wisata perahu susur sungai tidak beroperasi. hal itu berdampak terhadap pendapatan bagi pengelola wisata dan UMKM yang ada di lokasi.

"Ini juga menghambat perekonomian wilayah kompleks wisata Silugonggo Bestari, UMKM juga terdampak penurunan," jelas Sutrisno.

Dia menyebut kekeringan ini terjadi karena musim kemarau. Selain itu karena imbas adanya Bendung Karet yang ada di Sungai Silugonggo.

"Ini karena musim kemarau sudah dimulai dari kemarin. Kalau Bendung Karet tidak rusak saya yakin air tertahan di sungai," terang dia.

"Ketinggian air ini karena kedalaman sungai tidak sama, jadi di situ sudah ada yang dasar tanah kelihatan, ini paling 50 sentimeter tidak ada," Sutrisno melanjutkan.

Menurutnya kejadian mengeringnya sungai ini terakhir terjadi pada 2024 silam. Bahkan saat itu tidak ada air sama sekali. Ia khawatir jika air terus berkurang akan kembali mengering lagi.

"Terjadi ini seperti tahun 2024 sudah tidak ada air sama sekali. Karena waktu itu ada perbaikan Bendung Karet," jelasnya.

Dia mengatakan biasanya saat ramai ada ratusan pengunjung. Namun saat ini tinggal puluhan saja. Itu pun mereka hanya bisa menikmati kuliner saja tanpa bisa menikmati susur sungai.

"Jumlah pengunjung sangat drastis sekali, 60 sampai 70 persen. Jumlah kisaran 50 orang. Waktu ramai ratusan pengunjung yang mungkin naik perahu dan UMKM," jelasnya.



(alg/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads