Sopir truk trailer yang mengalami kecelakaan masuk jurang di jembatan Kenteng, Boyolali akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Petugas membutuhkan waktu 2,5 jam untuk mengeluarkan korban yang terjepit di kabin truk yang jatuh ke dasar jurang.
"Kondisi sopir meninggal dunia, terjepit antara dashboard dengan jok penumpang," kata Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Boyolali, Iptu Bambang Nova, usai evakuasi di lokasi kejadian Rabu (19/8/2026).
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Terjadi di jalan Solo-Semarang, tepatnya di jembatan Kenteng, Desa Penggung, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan tunggal itu dialami truk trailer bernomor polisi H 8626 OH. Truk bermuatan kapas itu melaju dari arah Semarang menuju ke Solo.
Dikemukakan Bambang Nova, truk trailer itu dikemudikan oleh Rakhya Vijay Vijaya (31) warga Jalan Lamper Tengah Gang 8 RT 06/07 Kelurahan Lamper Tengah Kec.Semarang Selatan Kota Srmarang.
Proses evakuasi sopir tersebut, jelas dia, memang cukup sulit. Karena kondisi medan yang terjal, dengan kedalaman jurang sekitar 10 sampai 15 meter dari jalan raya. Juga kabin truk yang berada di bawah tertindih oleh bak belakang truk.
"Dan evakuasi amat sulit karena ada tumpukan muatan kapas yang satu kotak bal-nya itu seberat 311 kilogram atau 3 kuintal. Kebetulan kepalanya (kabin truk) itu terjepit dari bodi (bak belakang) kendaraan tersebut dan kehimpit muatan kapas," jelas dia.
Proses evakuasi jenazah sopir yang terjepit di truk trailer yang jatuh di jurang kawasan Jembatan Kenteng, Boyolali, Rabu (19/8/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng |
Sekitar pukul 12.00 WIB, sopir truk trailer tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan. Jenazah sopir kemudian dimasukkan ke kantong jenazah dan dievakuasi ke RSUD Pandan Arang, Boyolali menggunakan mobil ambulans PMI Boyolali.
"Proses evakuasi korban sekitar dua jam setengah (2,5 jam), karena sulitnya medan dan bak belakang kendaraan menjepit head traktornya (kabin)," imbuh dia.
Untuk kondisi korban, Bambang Nova yang turun langsung ikut mengevakuasi korban mengatakan, korban tidak mengalami luka. Kemungkinan kehabisan napas karena leher terjepit antara dasbor dengan jok penumpang.
Suasana haru dan sedih terlihat saat korban berhasil dievakuasi. Istri korban dan keluarganya yang telah tiba di lokasi langsung menangis mengetahui orang yang dicintainya telah meninggal dunia.
Menurut Bambang Nova, muatan kapas tersebut informasinya hendak dibawa ke Sragen. Berat muatan sekitar 20 ton.
Untuk evakuasi truk tersebut, Bambang Nova menyampaikan masih menunggu craine atau alat berat dari Semarang, dari pihak perusahaan truk tersebut.

