Duh! Siswa SMP di Pekalongan Dikeroyok Teman Sekolah hingga Koma

Duh! Siswa SMP di Pekalongan Dikeroyok Teman Sekolah hingga Koma

Robby Bernardi - detikJateng
Jumat, 14 Agu 2026 14:34 WIB
Siswa SMPN 6 Kota Pekalongan dikeroyok teman sekolahnya hingga koma dan dirawat di RSUD Bendan, Jumat (14/8/2026).
Siswa SMPN 6 Kota Pekalongan dikeroyok teman sekolahnya hingga koma dan dirawat di RSUD Bendan, Jumat (14/8/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Siswa kelas 9 SMP Negeri 6 Kota Pekalongan berinisial F (15) menjadi korban pengeroyokan oleh teman sekolahnya hingga koma. Saat ini korban dirawat di RSUD Bendan, Kota Pekalongan.

Perwakilan SMP Negeri 6 Kota Pekalongan, Qurrati Ani, didampingi Kepala SMP N 6 Kota Pekalongan, Ika, mengatakan pihak sekolah mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari orang tua korban pada Kamis (13/8) siang, usai korban pulang sekolah.

"Dengan adanya laporan ini ada ananda bernama F yang kebetulan dipukul oleh temannya, dua temannya, di saat jam istirahat sekolah. Setelah pulang sekolah, orang tuanya mengkonfirmasi ke kami dan ada luka fisik," ujar Ani saat ditemui detikJateng di RSUD Bendan, Jumat (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak sekolah kemudian memfasilitasi pemeriksaan terhadap korban. Pihak sekolah juga melakukan klarifikasi terhadap siswa-siswa yang terlibat untuk mengetahui kronologi kejadiannya.

Dari hasil klarifikasi awal, kejadian tersebut diduga bermula dari persoalan pergaulan dan hubungan pertemanan. Korban diketahui memiliki teman dekat dari lawan jenis yang kemudian memicu persoalan dengan siswa lain.

ADVERTISEMENT

Persoalan tersebut juga berkembang melalui komunikasi di media sosial. Hingga akhirnya, pada hari kejadian, korban diajak bertemu untuk mengklarifikasi komunikasi yang terjadi.

Pertemuan tersebut berlangsung di area kamar mandi sekolah bagian belakang saat jam istirahat. Dalam pertemuan itu kemudian terjadi persinggungan fisik yang berujung pada kekerasan terhadap korban.

"Yang terlibat dalam pertemuan itu sebenarnya ada tiga orang. Tapi yang melakukan kontak fisik adalah dua orang," ujar Ani.

Ia menyebut para siswa yang terlibat kontak fisik itu diduga satu kelas dengan korban. Ani membenarkan bahwa salah satu siswa yang terlibat itu memiliki potensi dan prestasi di bidang bela diri. Berdasarkan informasi awal, kekerasan dilakukan dengan tangan kosong.

"Kami amat sangat menyesalkan. Kami sudah punya SOP yang betul-betul dibuat untuk pencegahan dan penanganan. Itu sudah satu tahun kemarin kami buat dan memang kami jalankan," kata Ani.

Adapun korban inisial F (15) warga Kecamatan Pekalongan Barat itu sempat koma saat datang ke rumah sakit. Kini kondisinya mulai membaik usai mengalami penurunan kesadaran hingga koma akibat benturan keras di kepala.

"Waktu (pasien) masuk saya dilaporkan kondisinya itu koma. Kemudian dalam perjalanannya setelah kita berikan obat-obatan, kemudian diberikan oksigen, kondisinya perlahan membaik," kata dokter Bair Ginting yang menangani korban saat ditemui detikJateng di RSUD Bendan, Jumat (14/8).

Dari hasil pemeriksaan CT-scan, dokter menyebut tidak ditemukan adanya perdarahan maupun memar pada otak.

"Hasil CT-scan-nya cukup baik, jadi artinya tidak ada perdarahan atau tidak ada memar di sana," jelasnya.

Dokter menduga kondisi yang dialami F lebih berkaitan dengan efek benturan keras pada kepala.

Terkait informasi mengenai kemungkinan adanya keretakan pada tulang tengkorak, dokter menjelaskan bahwa kondisi tersebut memang dapat terjadi akibat benturan keras. Namun, keretakan tulang tengkorak tidak selalu menjadi kondisi yang mengancam jiwa.

"Retak tulang tengkorak itu bukan sesuatu yang berbahaya atau bukan sesuatu yang mengancam jiwa. Yang berbahaya itu justru kalau terjadi perdarahan di dalam otaknya," terangnya.

Meski demikian, dokter masih terus memantau kondisi F. Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya cedera fatal, dokter berharap tidak ditemukan kondisi serius.

Halaman 2 dari 2
(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads