Nasib tragis dialami seekor ular kobra yang ditemukan warga di Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Setelah diketahui menelan sebilah pisau dapur hingga perutnya robek, ular tersebut akhirnya dibunuh warga karena kondisinya dinilai sudah tidak mungkin diselamatkan.
Peristiwa langka itu bermula saat relawan Exalos Indonesia menerima laporan adanya ular yang bersembunyi di sebuah lubang di kandang ayam petelur milik warga bernama Sigit pada Selasa (4/8/2026) pagi.
Relawan Exalos Indonesia, Kamto, mengatakan saat tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, hanya bagian ekor ular yang terlihat dari dalam lubang.
"Posisi ular ada di lubang terlihat ekornya sedikit. Ularnya ada di kandang ayam petelur," kata relawan Exalos Indonesia, Kamto, saat dihubungi detikJateng, Rabu (5/8/2026).
Untuk mengevakuasi ular tersebut, Kamto memperbesar lubang agar proses penarikan lebih mudah. Namun saat ular mulai ditarik menggunakan tongkat penjepit, ia merasakan ada sesuatu yang menyangkut di tubuh reptil itu.
Saat ular berhasil keluar, Kamto dibuat terkejut karena dari bagian perutnya tampak benda tajam yang semula dikira potongan kayu.
"Saya tarik kok ada yang menyangkut. Ternyata setelah keluar, dari perut ular itu terlihat benda runcing. Saya kira awalnya kayu atau apa, ternyata ada pisaunya. Saat saya tarik, pisaunya sudah keluar setengah," ujar dia.
Pisau tersebut diketahui merupakan pisau dapur dari pemilik rumah yang telah hilang beberapa hari sebelumnya. Posisi mata pisau mengarah ke kepala ular, sehingga diduga ular lebih dulu menelan bagian gagangnya.
"Ujung pisaunya menghadap ke atas (kepala ular). Kemungkinan pas dimakan itu gagangnya dulu," ucap Kamto.
Ular Dibunuh
Meski kondisi perutnya sudah robek akibat tertusuk pisau, ular itu ternyata masih hidup saat pisau berhasil dikeluarkan. Bahkan, reptil berbisa tersebut sempat berusaha melarikan diri.
Namun melihat luka yang sangat parah, warga berinisiatif mengakhiri penderitaan ular tersebut.
"Ular masih hidup (saat dikeluarkan dari lubang), terus pisaunya dikeluarkan. Saat alat penjepit saya lepas, ular sempat lari. Terus kasihan ular itu tersiksa karena perutnya sudah terbelah lebar karena pisau. Inisiatif warga dibunuh saja," kata Kamto.
Kamto menyebut ular tersebut merupakan Kobra Jawa (Naja sputatrix) dengan panjang sekitar satu meter dan diperkirakan sudah berusia dewasa.
"Ularnya jenis Kobra Jawa atau Naja Sputatrix. Usianya sudah indukan. Panjangnya mungkin 1 meteran," imbuhnya.
Ia mengaku keputusan membunuh ular bukan berasal darinya. Selama ini, ular yang berhasil dievakuasi biasanya diserahkan kepada komunitas atau dilepasliarkan kembali ke habitat yang lebih aman.
Sementara itu, Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, mengatakan kejadian ular menelan pisau merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi.
Menurutnya, ular kemungkinan salah mengidentifikasi pisau sebagai mangsa. Hal itu karena ular lebih mengandalkan indra penciuman dibandingkan penglihatan untuk mencari makanan.
"Tentang pisau, ular sebenarnya tidak mampu mencerna logam. Jika seekor ular menelan pisau, itu merupakan keadaan darurat yang dapat menyebabkan luka pada mulut, kerongkongan, lambung, atau usus," kata Janu saat dihubungi detikJateng.
Ia menjelaskan, saat ular mulai menggigit dan menelan sesuatu, refleks menelan biasanya akan terus berlangsung meskipun benda yang masuk ternyata bukan makanan.
Selain itu, kondisi stres atau lingkungan yang tidak sesuai juga diduga menjadi salah satu penyebab ular dapat menelan benda asing.
"Ular yang stres, lapar, atau lingkungannya kurang sesuai terkadang membuat ular menelan benda asing, namun hal ini tidak umum," pungkasnya.
Simak Video "Video: 36 Biksu Thudong yang Jalan Kaki dari Thailand Telah Sampai di Borobudur"
(alg/alg)