Pihak SMKN 6 Semarang mengungkap kondisi terbaru para murid yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 10 anak masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
Hal tersebut disampaikan Kepala SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra. Ia mengatakan, hingga hari ini 10 muridnya yang dirawat usai diduga keracunan MBG, Jumat (31/7) lalu sudah kian membaik.
"Updatenya kondisi anak yang dirawat di RS semakin membaik, insyaallah Senin sudah diperbolehkan pulang dari RS. Sampai siang tadi jumlahnya masih 10 (murid yang dirawat)," kata Bergi melalui pesan singkat kepada detikJateng, Minggu (2/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para murid itu dirawat di RSD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang, RS Bhakti Wira Tamtama, RS Panti Wilasa, RS Permata Medika, hingga Puskesmas Halmahera. Mereka dirawat sesuai kedekatan rumah sakit dengan tempat tinggal.
"(Murid) Tidak semuanya dirujuk ke rumah sakit (usai keracunan). Yang ditangani sekolah itu 42, terus yang di rumah sakit ada 13," jelasnya.
Ia menyebut, pihak sekolah terus memantau kondisi para murid. Para guru bergantian menjenguk rumah sakit dan memberi semangat pada siswa-siswi, sejak Jumat lalu.
"Kondisinya sudah membaik, per hari Kemarin saya nengok tinggal delapan, tapi hari ini mungkin ada anak lagi masuk, jadi masih 10," ungkapnya.
Hingga kini, sekolah juga masih membuka posko pelaporan bagi murid yang menjadi korban. Pihak sekolah juga meminta siswa membawa bekal sendiri dari rumah mulai Senin (3/8), karena sebagian siswa dinilai masih takut menerima MBG lagi dalam waktu dekat.
"Meskipun nanti mungkin (MBG) dialihkan ke dapur lain, tapi tetap kami minta dihentikan dulu, biar trauma anak-anak selesai dulu. Sekolah juga sudah sampaikan ke orang tua, besok Senin membawa bekal masing-masing karena layanan SPPG dihentikan sementara," ucapnya.
Ia menjelaskan, dirinya juga sempat bertemu Kepala BGN, Sudaryono, Sabtu (1/8) pukul 17.30 WIB kala menjenguk sejumlah siswa yang dirawat di RS Bhakti Wira Tamtama Semarang.
"Beliau menyampaikan menitip anak-anak, (katanya) tolong dijaga. Selebihnya menyampaikan doa ke siswa yang terdampak, kemudian menyampaikan komitmen akan memperbaiki MBG dan memberikan santunan," jelasnya.
"Kemarin itu juga disampaikan bahwa biaya rumah sakit akan ditanggung (Kepala BGN) tapi untuk yang lainnya kami tidak tahu. Tapi dari SPPG akan menanggung semua akibat ini termasuk yang di rumah," lanjut dia.
Ia pun berharap program MBG bisa dievaluasi dan berjalan lebih baik. Ia menyarankan adanya pengawasan yang lebih ketat mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi.
"Harapan kami seperti harapan Bapak Sudaryono. Jadi makanan yang disajikan seperti makanan di rumah sakit kemarin, sehat, tidak menimbulkan masalah kesehatan, justru menambah kesehatan anak," harapnya.
Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain siswa, korban keracunan juga ada dari guru.
"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru," kata Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, dilansir detikJateng, Sabtu (1/8).
