Obat 'Ajaib' Penangkal Hipotermia Pendaki Gunung Prau

Terpopuler Sepekan

Obat 'Ajaib' Penangkal Hipotermia Pendaki Gunung Prau

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 02 Agu 2026 12:32 WIB
Ilustrasi Pendaki Wanita
Ilustrasi pendaki. Foto: iStock
Wonosobo -

Ramai di media sosial, seorang pendaki wanita mengalami hiportermia saat melakukan pendakian di Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo. Uniknya, sang wanita tersebut langsung sembuh usai teman prianya menyatakan cinta.

Kejadian unik ini diunggah salah satunya oleh akun Instagram @basecamp_prau_dieng. Dinarasikan, mulanya relawan mendapatkan laporan darurat terkait seorang pendaki wanita yang mengalami hipotermia dalam kondisi kritis.

Mendapat laporan itu, Tim rescue pun bersiap untuk melakukan evakuasi. Setibanya di lokasi, teman prianya tetiba menyatakan cinta kepada wanita tersebut. Ajaib, tanpa pertolongan dan selimut termal, pendaki wanita itu langsung sembuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laporan darurat masuk ke basecamp: Kondisi kritis, hipotermia berat, kesadaran menurun drastis. Seluruh tim evakuasi panik dan bersiap menembus kabut. Tapi alam punya cerita lain. Begitu si cowok akhirnya menyatakan cinta, si cewek langsung sehat bugar seketika tanpa selimut termal, tanpa pertolongan pertama. Sebuah fenomena medis ajaib di mana hipotermia mendadak sembuh total hanya karena status hubungan yang akhirnya resmi," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJateng, Kamis (30/7/2026).

Dalam video tersebut terlihat pendaki pria mengenakan jaket dan celana berwarna biru dongker. Sementara pendaki wanita yang disebutkan mengalami hipotermia mengenakan kaus tangan, jaket biru, dan celana biru dongker.

ADVERTISEMENT

Kemudian lelaki tersebut memberikan setangkai bunga putih kepada wanita itu. Cewek berambut sebahu itu pun menerimanya dengan senyuman.

Keduanya terlihat tersipu malu. Sementara tim rescue menimpali, 'cie-cie.'

Saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, seorang rescue Gunung Prau via Dieng, Suhada, membenarkannya. Suhada menjelaskan, kejadian itu berlangsung pada Sabtu (25/7). Keduanya melakukan tektok atau pendakian tanpa menginap di Gunung Prau.

"Mereka itu tektok berangkat sekitar jam 02.00 atau jam 03.00 pagi," ucap Suhada saat dihubungi detikJateng, Kamis (30/7).

Saat itu suhu di Gunung Prau mencapai -3 derajat Celcius. Keduanya mendaki hingga puncak dan mampir ke Sunrise Camp di atas gunung.

"Kebetulan memang pas hari itu di Dieng di Gunung Prau untuk suhu memang dingin. Waktu itu sampai kurang lebih minus 3 derajat," beber Suhada.

Setibanya di Sunrise Camp, wanita itu mengalami hipotermia. Dia pun menghubungi petugas penyelamatan.

"Setelah dari puncak ke Sunrise Camp itu yang cewek mungkin karena kurang persiapan fisik atau apa, dia ngerasa kedinginan gitu atau hipotermia. Misal pendaki terjadi apa-apa itu kan emang kita ada rescue yang khusus buat menangani pendaki yang mengalami sakit seperti itu," jelasnya.

"Jadi mbaknya itu langsung telepon ke kita bahwa dia sakit. Katanya hipotermia begitu," lanjutnya.

Suhada menuturkan, pihaknya langsung menyusul ke atas untuk melakukan penyelamatan. Tim rescue sebanyak enam orang pun menjumpai keduanya.

Mengetahui pendaki wanita bersama teman cowok, tim penyelamat pun menghibur mereka dengan membuat candaan. Hal tersebut dilakukan agar pendaki yang mengalami sakit bisa terhibur.

"Ternyata sampai atas itu kebetulan kita lihat temannya yang cowok itu, kayaknya asik kalau dibuat bercanda. Soalnya dalam penanganan pendaki yang sakit kayak gitu emang kita biasanya dibuat sama kayak agak bercanda biar kondisi korban itu kan bisa jadi lebih enak," terangnya.

Lalu, tim rescue pun bilang kepada si cowok agar menembak atau menyatakan cinta kepada si cewek. Diberikan pula setangkai bunga tompok kepada si pria itu.

"Nah, kita bercanda itu kita bilang ke cowoknya itu bahwa, 'Mas, tembak aja tembak biar Mbaknya itu langsung sembuh' gitu kan. Sambil kita kasih bunga tompok," sebutnya.

Tanpa pikir panjang, si cowok pun mengiyakan candaan para petugas rescue. Dia pun memberikan setangkai bunga sembari menyatakan cinta kepada teman ceweknya.

"Nah, ternyata si cowoknya itu meresponsnya malah iya gitu. Jadi langsung dikasihkan ke mbaknya, bunganya sambil bilang ke mbaknya, 'Mau enggak jadi pacar aku?'," ucap Suhud menirukan pendaki cowok saat menyatakan cinta.

Pendaki wanita itu pun menerima bunga tersebut. Namun, dia menolak pernyataan cinta kawannya itu.

"Sebenarnya mbaknya itu jawabnya enggak mau. Tapi bunganya diterima," katanya.

Saat itu pula kondisi pendaki wanita tersebut pulih dengan cepat. Suhud mengatakan, pihaknya juga memberikan pertolongan pertama kepada cewek tersebut.

"Setelah ditembak itu langsung membaik. Sudah dikasih obat, dikasih makan, kok belum membaik juga. Makanya kita ada inisiatif buat ngehibur mbaknya," tuturnya.

Suhud mengatakan keduanya menjadi sepasang kekasih selepas mendaki Gunung Prau. Dia mendapatkan kabar ketika dihubungi cewek tersebut.

"Akhirnya, setelah itu emang ternyata jadian beneran," pungkasnya.



(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads