Kebakaran terjadi di tempat pengelolaan akhir (TPA) sampah Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten. Api berhasil dipadamkan tim gabungan sekitar pukul 04.15 WIB.
"Padam sekitar pukul 04.15 WIB menjelang subuh. Sudah tidak terlihat titik api," ungkap supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Klaten, Indiarto saat dihubungi detikJateng di ponselnya, Minggu (2/8/2026) siang.
Setelah padam, terang Indiarto, tim pemadaman gabungan langsung ditarik. Tidak ada korban luka atau jiwa dalam peristiwa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada korban luka atau jiwa. Masker kita bagikan ke warga sekitar," lanjut Indiarto.
Data laporan kejadian yang diterima detikJateng dari asesmen TRC BPBD Kabupaten Klaten menyebutkan desa terdampak asap antara lain Desa Kaligawe, Kalangan dan Desa Troketon. Desa Troketon meliputi Dukuh Badran.
Sedangkan di Desa Kaligawe antara lain Dukuh Blasinan, Pengkol, Pereng dan Kaligawe. Sedangkan di Desa Kalangan dukuh terdampak hanya Dukuh Klampisan.
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Anggit Budiarto menjelaskan dari laporan camat sudah ditindaklanjuti Dinas Kesehatan. Termasuk untuk pemberian masker dan tetes mata.
" Kemarin langsung kita tindaklanjuti untuk kebutuhan masker untuk menghindari dampak asapnya dan kemungkinan tetes mata. Dan langsung kami koordinasikan pak kepala desa dengan kepala Puskesmas," terang Anggit saat diminta konfirmasi detikJateng.
Menurut Anggit, dinas juga akan melakukan surveilan kesehatan lingkungan. Survei akan dikoordinasikan dengan pihak desa.
"Tentu akan kita koordinasikan dengan pihak desa. Untuk apa yang dilakukan dan dibutuhkan," jelas Anggit.
Sebelumnya diberitakan, tumpukan sampah di tempat pengelolaan akhir (TPA) sampah di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten terbakar. Api menimbulkan kepulan asap tebal ke udara.
Mobil pemadam sempat terkendala akses jalan di ujung timur yang terhalang batu besar. Tim Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten berjibaku dengan api. Satu dipadamkan, api muncul lagi dari dasar tumpukan sampah.
Tukiman Arjo Suwarno (70) petani di dekat TPA mengatakan dirinya melihat ada asap sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah itu baru ada api.
"Asap dulu. Terus api mbulat (berkobar), mau dipadamkan tidak bisa," katanya kepada detikJateng di lokasi, Sabtu (1/8/2026).
Baca juga: TPA Troketon Klaten Kebakaran |
Saat kejadian, kata Tukiman, tidak hanya para petani yang di sekitar lokasi. Petugas sampah juga masih ada di lokasi.
"Pak mandor juga di situ. Asap di bawah tumpukan sampah dan seingat saya sudah dua kali ini," imbuhnya.
Ridho, petugas TPA mengatakan saat kejadian petugas baru saja selesai istirahat. Begitu melihat api mencoba menangani.
"Tadi sudah diupayakan tindakan tapi angin besar sehingga tidak bisa. Luasnya belum tahu," katanya kepada detikJateng di lokasi.
