Ratusan siswa SMKN 6 Semarang diduga keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) siang tadi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang pun melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan tersebut.
"Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya. Secara bersamaan, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian," kata Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikJateng, Jumat (31/7/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Hakam menerangkan, pihaknya mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) guna menyelidiki epidemiologi. Hal tersebut dilakukan untuk menelusuri sumber dugaan keracunan.
"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan," ungkap Hakam.
Dinkes juga menjalin koordinasi dengan SMKN 6 Semarang, SPPG Kota Semarang Timur atau Karangturi, Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, serta lintas sektor terkait guna mempercepat proses penelusuran.
"Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa SMKN 6 Semarang diduga keracunan MBG. Kepala SMKN 6 Semarang, Berty Sagendra, menerangkan siswa yang diduga keracunan mengalami keluhan seperti kelelahan hingga diare. Pihaknya pun langsung melakukan penanganan.
"Indikasi macam-macam, Mas. Ada yang pusing, lelah, diare, muntah," kata Berty saat dihubungi detikJateng hari ini.
Berty mengatakan, dirinya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Halmahera saat para siswa mengalami indikasi keracunan.
"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di antaranya Dinas Kesehatan Kota dan Puskesmas Halmahera. Jadi begitu ada indikasi beberapa anak itu merasakan sakit terus kami berinisiatif untuk menghubungi Dinas Kesehatan Kota. Alhamdulillah sudah hadir tiga ambulans dan medisnya di sekolah kami untuk membantu menangani," terangnya.
