Polisi Dalami Penyebab Calon Taruna Jatuh hingga Tewas di Akpol

Polisi Dalami Penyebab Calon Taruna Jatuh hingga Tewas di Akpol

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 31 Jul 2026 15:54 WIB
Ilustrasi ambulans.
Ilustrasi ambulans. Foto: Istock
Semarang -

Seorang calon Bhayangkara Taruna (Cabhatar) Akademi Kepolisian (Akpol) berinisial AMM (19) ditemukan meninggal dunia di lingkungan Akpol. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian Cabhatar tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Yuliyanto. Ia mengatakan, Cabhatar tersebut ditemukan terluka, Kamis (30/7/2026) malam pukul 19.30 WIB dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kematian korban.

"Kami sedang melakukan penyelidikan tentu saja dengan menggali keterangan teman-temannya yang menemukan, yang tahu sebelumnya, yang berinteraksi dengan korban sebelumnya," kata Yuliyanto di Mapolda Jateng, Semarang Jumat (31/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dugaan penyebabnya belum ada. Kita belum tahu yang bersangkutan kenapa bisa ditemukan dalam kondisi jatuh. (Terjatuh di mana?) Di area outdoor. (Dari lantai berapa?) Belum bisa dipastikan," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Usai ditemukan dalam kondisi luka di area Akpol, Kecamatan Gajahmungkur, korban langsung dilarikan ke RS Akpol. Namun sayangnya, korban tak tertolong lagi.

"Kemudian dibawa ke rumah sakit Akpol untuk dilakukan penanganan secara medis. Namun yang bersangkutan tidak bisa tertolong dan kemudian dinyatakan meninggal dunia," ucapnya.

Selanjutnya, kata dia, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jateng untuk dilakukan pemulasaran sebelum dipulangkan kepada keluarganya di Makassar, untuk dimakamkan.

"Kemudian kami sampaikan, keluarga korban menerima hal ini sebagai musibah yang tentu saja mudah-mudahan tidak merepotkan siapapun," tuturnya.

Ia mengatakan, korban merupakan Cabhatar Akpol yang baru memulai pendidikan. Rencananya, korban akan mengikuti latihan integrasi di Magelang.

"Korban ini sebenarnya dalam rangka persiapan untuk melaksanakan latihan integrasi yang ada di Magelang. Baru mau dilatih atau baru mau pendidikan integrasi. (Siswa baru?) Iya, baru," jelasnya.

"Jadi, mereka baru dibuka pendidikan minggu ini di Akpol. Kemudian setelah ini mereka akan bergabung dengan teman-temannya Taruna TNI yang ada di Magelang," lanjutnya.

Kabag Humas Akpol, Kombes Slamet Loesiono juga membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kasus tersebut ditangani Polrestabes Semarang.

"Alhamdulillah. Sudah ditangani dari Polrestabes Semarang. (Penyebabnya kenapa?) Belum dapat tembusan dari Polrestabes hasil penyelidikannya," kata Slamet melalui pesan singkat kepada detikJateng.



(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads