Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan sejumlah daerah di dataran tinggi dalam beberapa pekan terakhir mengalami suhu yang sangat rendah. Dieng juaranya dingin se-Jawa, suhunya hampir menyentuh titik beku di angka 0,7 derajat Celcius.
"Data AWS BMKG mencatat, suhu di Bromo menyentuh angka 3,9 derajat Celcius pada tanggal 11 Juni kemarin. Tapi Dieng juaranya, suhunya hampir menyentuh titik beku di angka 0,7 derajat Celcius," ucap BMKG, dikutip detikHealth dari Instagram resminya, Selasa (28/7/2026).
"Saking dinginnya fenomena bediding ini, di daerah dataran tinggi seperti Gunung Bromo, air embun yang menempel di daun bisa membeku jadi kristal es, mirip hampalan salju," sambung BMKG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB University, Dr Givo Alsepan, selain dipengaruhi elevasi yang lebih tinggi, udara dingin juga cenderung mengalir dan berkumpul di lembah. Di kawasan seperti Dataran Tinggi Dieng, kondisi ini dapat memicu terbentuknya embun beku atau embun upas.
BMKG menjelaskan, fenomena bediding dalam beberapa pekan terakhir ini terjadi akibat pengaruh Monsun Australia. Angin musiman yang bersifat kering ini membawa massa udara yang relatif dingin dan mengurangi pembentukan awan di langit.
Akibatnya, tanpa adanya tutupan awan, panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari. Kondisi ini membuat suhu minimum turun drastis, terutama menjelang pagi.
"Data BMKG 10 tahun terakhir mencatat penurunan suhu mulai terasa di bulan Juli dan mencapai puncaknya pada Juli sampai Agustus," ucap BMKG.
