Keluarga di Banyumas Sebut Sudah Ikhlaskan Kematian Sutrimo

Keluarga di Banyumas Sebut Sudah Ikhlaskan Kematian Sutrimo

Anang Firmansyah - detikJateng
Selasa, 28 Jul 2026 11:44 WIB
Puslabfor Polri menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Puslabfor Polri menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jasad Sutrimo di Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: (Adhfar Aulia Syuhada/detikcom)
Banyumas -

Pihak keluarga mengaku ikhlas dengan kematian Sutrimo yang ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di depan klinik kecantikan Mordent di Jakarta. Saat ini pihak keluarga tidak berniat untuk melapor ke polisi.

Perwakilan keluarga yang mengaku bernama Ardi mengatakan orangtua almarhum Sutrimo tidak bisa ditemui karena sedang sakit. Ardi tinggal berdekatan dengan kedua orang tua Sutrimo.

"Mohon maaf ibu (almarhum Sutrimo) sedang sakit, sekarang kondisinya lagi tenang. Mohon maaf kami tidak bisa menerima (wartawan), keluarga sudah mengikhlaskan," kata Ardi kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas Selasa (28/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ardi tak banyak bicara saat ditemui wartawan. Saat disinggung apakah kasus ini akan di laporkan ke Polda Metro Jaya, pihak keluarga mengaku tidak ada rencana.

"Sudah ikhlas lahir batin pokoknya," terang dia sambil berlalu masuk ke rumahnya.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari detikNews, aparat penegak hukum masih mendalami penyebab tewasnya pria bernama Sutrimo di depan klinik kecantikan Mordent di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel). Penyebab kematian Sutrimo masih belum diketahui.

Korban ditemukan meninggal pada Kamis (23/7) lalu. Dari informasi yang beredar jasad Sutrimo ditemukan dalam kondisi mulut berbusa.

Hari ini polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di klinik yang berlokasi di Jalan Kramat Pela RT 11 RW 11 Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jaksel.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki kasus ini untuk mengetahui rangkaian peristiwa tersebut sekaligus mengungkap penyebab kematian korban.

Penyelidik mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut. Polisi juga mengalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, hingga lokasi awal ditemukannya almarhum.

Korban disebut-sebut merupakan kepala rumah tangga (karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait sosok korban.

"Masih didalami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Minggu (26/7).

Budi menuturkan pihaknya juga mempersilakan keluarga korban melapor jika merasa ada kejanggalan atas meninggalnya Sutrimo.

"Kita juga memberi ruang kepada keluarga korban yang masih dalam kondisi berduka. Dan kita juga memberikan imbauan apabila memang keluarga korban merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya saudara S, ini bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya," tuturnya.



(ams/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads