Kandang di Sragen Ludes Terbakar, 52 Ribu Ayam Terpanggang

Kandang di Sragen Ludes Terbakar, 52 Ribu Ayam Terpanggang

Tara Wahyu NV - detikJateng
Minggu, 26 Jul 2026 10:56 WIB
Tim pemadam kebakaran saat berusaha menjinakkan api yang membakar kandang ayam di Dukuh Pengkok, Desa Pengkok, Kedawung, Sragen, Minggu (26/7/2026).
Tim pemadam kebakaran saat berusaha menjinakkan api yang membakar kandang ayam di Dukuh Pengkok, Desa Pengkok, Kedawung, Sragen, Minggu (26/7/2026). Foto: dok. Damkar Sragen
Sragen -

Kebakaran hebat menghanguskan kandang ternak ayam potong di Dukuh Pengkok, Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen pada Sabtu (25/7) malam. Akibat peristiwa yang berlangsung hingga Minggu (26/7) dini hari, sebanyak 52.000 ekor ayam berbagai usia dilaporkan ludes terpanggang api.

Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Sragen, Tommy Isharyanto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut pada Sabtu pukul 23.16 WIB. Begitu menerima informasi dari PSC Sragen, personel Damkar langsung meluncur ke lokasi kejadian dan tiba dalam waktu sepuluh menit.

"Kami langsung melakukan pemadaman dengan durasi penyemprotan sekitar empat jam tiga puluh menit. Api baru benar-benar dapat dijinakkan dan selesai ditangani sekitar pukul 04.00 WIB," ujar Tommy dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Minggu (26/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Tommy menyebut api diduga berasal dari aktivitas penghangatan ayam menggunakan arang. Ia mengatakan salah satu pekerja kandang sempat menyalakan pemanas agar ayam tidak kedinginan, namun saat ditinggal sebentar,
percikan api menyambar sekam padi di lantai kandang.

ADVERTISEMENT

"Tiupan angin yang kencang membuat api dengan cepat merambat ke struktur bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu dan bambu," terangnya.

Tommy menjelaskan bahwa kerugian materiil dalam musibah ini cukup besar. Selain bangunan kandang yang rata dengan tanah, ribuan ternak milik tiga warga setempat, yakni Samsuri, Kaliyem, dan Pono habis tak tersisa.

"Ada 8.000 ekor ayam siap panen milik Samsuri, 14.000 ekor ayam milik Kaliyem, serta 30.000 ekor ayam milik Pono," ucapnya.

Selain itu, kebakaran juga merusak sejumlah kendaraan dan peralatan sound system.

"Bukan hanya ternak, api juga menghanguskan satu unit mobil Suzuki Carry, satu unit motor Honda Beat milik pekerja, puluhan kipas blower, mesin diesel, hingga peralatan sound system dan kompor. Seluruh atap seng dan tiang kayu ludes terbakar," tambah Tommy.

Peristiwa ini juga melukai satu orang korban luka. Seorang pekerja dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian tangan saat berupaya menangani api.

"Pekerja mengalami luka bakar. Korban langsung dievakuasi ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis segera," terangnya

Selama proses pemadaman, damkar sempat mengalami kesulitan mencapai titik api karena banyak warga yang berkerumun.

"Kendala di lapangan, petugas sempat kesulitan mencapai titik api karena banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi untuk menonton kejadian," bebernya.

Meski demikian, tim gabungan dari Damkar, BPBD, TNI, Polri, serta berbagai unsur relawan dan warga setempat berhasil memutus perambatan api sehingga tidak meluas ke pemukiman penduduk.

"Saat ini situasi sudah kondusif, namun dampak polusi udara akibat material kayu dan bambu yang terbakar masih dirasakan di sekitar lokasi. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat melakukan aktivitas pembakaran atau pemanasan di area yang mudah terbakar," pungkasnya.



(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads