Beredar video rombongan pelajar mengejar pelajar lainnya dengan mengacungkan senjata tajam di Simpang Kupatan, Kota Magelang, viral di media sosial. Polisi turun tangan dan mengamankan delapan orang.
Video tersebut salah satunya diunggah dalam akun Instagram @magelang_news sekitar enam jam yang lalu. Dalam unggahan tersebut diberi keterangan,"Viral sebuah video rombongan pelajar mengejar pelajar lain dengan mengacungkan senjata tajam di simpang kupatan, selain itu juga terlihat menerobos lampu merah. Disebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada 23/7/2026 siang," tulis dalam akun seperti dilihat detikJateng, Jumat (24/7/2026).
Dalam video tersebut terlihat seorang pelajar sambil mengacung-acungkan sajam. Selain itu, berteriak-teriak dengan kata-kata tak sopan. Ada juga yang memperlihatkan para pelajar naik motor tanpa memakai helm dengan bonceng tiga orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan video tersebut, Polres Magelang Kota turun tangan melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan delapan siswa. Penyidik sekarang masih mencari pelajar yang membawa sajam tersebut.
"Tadi jam 10.00 WIB, kami sudah ke salah satu sekolah di mana ada para siswa yang terlibat tawuran terjadi kemarin (Kamis) siang jam 12.30 di Simpang Kupatan," kata Kasat PPA Polres Magelang Kota AKP Riana Adhyaksari kepada wartawan di Polres Magelang Kota, Jumat (24/7/2026).
"Untuk delapan orang pelajar sudah kami amankan di Polres Magelang Kota dan juga orang tua atau wali murid serta guru dari sekolah tersebut sudah berada di ruang kami. Untuk kami lakukan pembinaan," sambung Riana.
Untuk pembawa sajam, kata Riana, sedang didalami karena pelaku masih belum dapat dihubungi.
"Jadi mohon untuk ditunggu kabar selanjutnya. Semoga dengan pembinaan ini kami dapat membina untuk tidak melakukan tawuran pelajar di kemudian hari," ujarnya.
Perihal motif tawuran tersebut, kata Riana, para pelajar tersulut karena postingan di media sosial.
"Untuk motif yang kami dalami adalah terkait dengan tawuran yang terjadi kemarin, para pelajar ini termotivasi atau tergerak karena adanya salah satu (postingan) di sosial media juga," ujar Riana.
"Jadi dari sekolah A, dia itu memvideo dan menantang. Sehingga siswa dari sekolah yang B ini tertantang untuk melakukan tawuran," tambahnya.
Riana menambahkan delapan siswa yang diamankan tersebut semuanya di bawah umur. Kemudian satu orang belum diamankan yang membawa sajam, dan sekaligus merekam.
"Yang membawa sajam dan yang merekam. Berperan sebagai yang membawa senjata dan juga merekam kejadian," lanjutnya.
Dia juga membeberkan penyelidikan dilakukan berdasarkan dari rekaman yang ada di sosial media.
"Kami dalami, kemudian ada beberapa nomor polisi di situ dari kendaraan. Kemudian kami cek, ternyata memang benar nomor kendaraan tersebut adalah kendaraan yang digunakan pada saat kejadian tawuran kemarin siang," pungkasnya.
