Viral di media sosial sampah berserakan di Puncak Rajawali Gunung Sumbing. Pengelola setempat menyatakan mereka bakal bekerja bakti untuk membersihkannya.
Video tersebut salah satunya diunggah dalam akun Instagram @pendakilawas sehari yang lalu. Dalam postingan tersebut diberi keterangan, "Pendaki sampah hobinya nyampah!! Buat pengelola gimana ini peraturan tentang sampahnya, tisu basah nyatanya masih lolos dan pemeriksaan sampah yang ketat harusnya tetap diberlakukan!!
Buat pendaki2 sampah mending kalian naik ke bantar gebang aja nyampah sebanyak-banyak bebas," tulis dalam akun seperti dilihat detikJateng, Kamis (23/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan video yang direkam salah satu pendaki, terlihat sampah yang berserakan di Puncak Rajawali Gunung Sumbing kebanyakan tisu basah.
Ketua Forum Pengelola Gunung Sumbing (FPGS), Lilik Setyawan, saat dimintai konfirmasi mengenai video tersebut mengatakan pihaknya sudah sering mengingatkan.
"Sudah selalu sering saya sampaikan di forum, tapi ada terus," kata Lilik saat dalam pesannya kepada detikJateng.
"Karena tidak semua basecamp memberlakukan pengecekan logistik dan sampah," sambung Lilik.
Perihal upaya yang dilakukan, kata Lilik, dilakukan kerja bakti pembersihan.
"Iya (kerja bakti). Bagi basecamp wilayah Wonosobo biasanya langsung bergerak," tegasnya.
Sementara pengelola Basecamp Adipuro Kaliangkrik, Ridho Aroyan, menambahkan masalah sampah berserakan itu juga sempat dibahas di forum.
"Tadi (informasi tersebut) sudah dibahas di forum. Ini lagi diagendakan (mau kerja bakti mau dibersihkan)," kata Ridho.
Ridho menambahkan, para pendaki Gunung Sumbing yang melalui Basecamp Adipura dilakukan pengecekan secara ketat.
"Pengecekan baik saat mau naik maupun turun," tutur Ridho.
"Pengelola tetap naik satu bulan, dua bulan sekali (melakukan pembersihan sampah)," imbuhnya.
Ia mengatakan, saat ini rata-rata per minggu ada sekitar 50 orang pendaki yang melalui Basecamp Adipuro.
"Ini musim bagus bagi pendaki," kata dia.
