Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Sudaryono yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sudaryono menggantikan Nanik yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
"Bapak Presiden memutuskan selaku pengganti Kepala BGN adalah Sudaryono, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Sebagai informasi, Nanik Sudaryati Deyang baru dilantik pada 8 Juni 2026 lalu sebagai kepala BGN, menggantikan Dadan Hindayana. Belum genap 2 bulan menjabat, Nanik mengundurkan diri karena ingin mengobati jantungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkap kemungkinan dirinya dijadikan Ketua Dewan Pengawas BGN.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya," ujar Nanik, dilansir detikNews.
Lalu, siapa itu Sudaryono? Bagaimana sepak terjangnya di dunia politik Indonesia? Simak profilnya melalui uraian berikut, yuk!
Lulusan SMA Taruna Nusantara dan IPB
Dilihat dari akun LinkedIn pribadinya, pria kelahiran 23 Januari 1985 ini pernah bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Nusantara. Jenjang pendidikan itu ia tempuh dalam waktu 3 tahun, terhitung dari 2000 hingga 2003.
Pada 2004, Sudaryono mengambil studi Teknik Mesin di National Defense Academy of Japan. Selain mempelajari ilmu jurusannya, Sudaryono juga mendapat pelatihan Bahasa Jepang selama 1 tahun penuh sebelum mulai berkuliah.
Lulus pada 2009, sosok kelahiran Grobogan ini meneruskan studinya ke jenjang master alias S2. Ia mengambil jurusan Administrasi Bisnis dan Manajemen di Swiss German University. Lulus tahun 2018, Sudaryono resmi menyandang gelar MBA.
Tak berhenti sampai di sana, Sudaryono kemudian memulai studi doktoralnya di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia memilih bidang studi Ilmu Ekonomi untuk masa S3-nya.
Menurut keterangan dari laman resmi Kementerian Pertanian, Sudaryono sukses mempertahankan disertasinya pada 2025 lalu dengan tajuk Evaluasi dan Strategi Optimisasi Kinerja BUMN Pasca Kebijakan Holdingisasi di Indonesia. Dengan lulusnya Sudaryono, ia menambah satu gelar lagi di namanya, yakni Dr.
Diambil dari laman pribadinya, ini urutan pendidikan Sudaryono:
- SMP Negeri 2 Toroh
- SMA Taruna Nusantara
- S1 di National Defense Academy of Japan
- S2 di Swiss German University (SGU)
- S3 di Institut Pertanian Bogor (IPB)
Riwayat Karier Sudaryono
Sudaryono tercatat mengawali kariernya sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy tahun 2014. Empat tahun kemudian, Sudaryono banting setir masuk dunia media. Ia dipercaya menjadi CEO Garuda TV per 2018 lalu.
Pada 2020, Sudaryono didapuk sebagai Direktur Eksekutif Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN) yang diprakarsai oleh Prabowo Subianto. KGN berfokus pada pengembangan UMKM, layanan microfinance, dan agribisnis.
Di dunia politik, Sudaryono tercatat menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) periode 2020-2025. Ia juga sempat menjadi Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah tahun 2023.
Pada Juli 2024, Sudaryono dilantik Presiden Joko Widodo sebagai wamentan menggantikan Harvick Hasnul Qolbi. Ketika Prabowo Subianto resmi memenangi kontestasi Pemilu 2024, Sudaryono kembali ditunjuk sebagai wamentan, tepatnya pada 21 Oktober 2024.
Beberapa jabatan lain yang pernah diemban Sudaryono adalah:
- Chairman PT Boga Halal Nusantara (mulai 2015)
- Direktur PT Nusantara Telematics System (mulai 2019)
- Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma (mulai 2020)
- Chief Operating Officer PT Indonesian Defense and Security Technologies (mulai 2021)
- Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (mulai 2025)
- Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog (mulai 2025)
Harta Kekayaan Sudaryono di LHKPN
Berdasarkan penelusuran detikJateng di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Sudaryono terakhir melaporkan hartanya pada 29 Maret 2026 periodik 2025. Dalam laporan tersebut, ia tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp 31.394.894.928 (31,3 miliar).
Nominal itu tersusun atas:
- Tanah dan bangunan senilai Rp 69.694.000.000 yang tersebar di Bogor, Tangerang Selatan, Depok, hingga Semarang.
- Alat transportasi dan mesin senilai Rp 1.074.900.000.
- Surat berharga senilai Rp 7.645.500.000
- Kas dan setara kas sejumlah Rp 13.345.770.717.
- Utang sebesar Rp 60.365.275.789.
Nah, itulah sekilas mengenai Sudaryono, Kepala BGN pengganti Nanik. Semoga bermanfaat!
