Korban jiwa akibat kecelakaan motor tertabrak kereta di Jalan Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, bertambah. Kini pengendara motor yang merupakan paman bocah SD berinisial HRA (9) juga meninggal.
Penanggung Jawab Bidang Asuransi Jasa Raharja Cabang Kota Semarang, Rika Wahyu Utami, menyebut saat ini Ruji yang merupakan pengendara sekaligus paman korban dinyatakan wafat. Sementara kakak korban, ZIA (12), masih kritis.
"Korbannya adalah Pakde. Ini kan ada tiga korban, korbannya Pakde sama ponakan dua mau berangkat sekolah. Ponakannya itu yang satu masih di rumah sakit, masih kritis, sehingga dilakukan perawatan," sebut Rika saat ditemui di rumah duka di Kecamatan Semarang Utara, Senin (20/7/2026) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rika menyebut pihaknya memberikan santunan kepada para korban. Untuk korban meninggal sebesar Rp 50 juta dan korban kritis Rp 20 juta.
"Pemberian santunan itu masing-masing korban Rp 50 juta untuk Pakdenya tadi diberikan kepada orang tuanya. Kemudian santunan yang meninggal diberikan kepada orang tuanya. Masih dirawat itu diberikan biaya perawatan maksimal Rp 20 juta," sebutnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, mengucapkan belasungkawa atas insiden tersebut.
"Saya sangat belasungkawa sedalam-dalamnya atas nama pemerintah provinsi dan jajarannya atas Bapak (paman) dan tiga (dua) anaknya (keponakannya) yang sedang mengantar sekolah. Di mana ini adalah tahun ajaran baru," kata Luthfi saat di rumah duka.
Luthfi mengatakan pihaknya menginstruksikan Jasa Raharja agar membantu keluarga korban. Begitu pula pihak rumah sakit.
"Kita perintahkan Jasa Raharja untuk segera proses ke keluarganya. Kemudian rumah sakit kita perintahkan untuk bantu," ujar Luthfi.
Luthfi pun mengimbau masyarakat agar tidak menerobos palang pintu sebidang kereta. Sebab, menurutnya banyak masyarakat yang ingin menerobos palang pintu kereta.
"Memang palang pintu sebidang di wilayah kita merupakan sebuah peringatan bagi kita untuk tidak coba-coba menerobos. Kadang-kadang kita tidak tahu palang pintu ini sudah ditutup masyarakat ingin ngeloyor, dikira kereta itu pelan," ungkapnya.
Pantauan detikJateng di lokasi, tampak banyak orang yang datang melayat. Tampak sebuah keranda di depan gang rumah duka.
Diberitakan sebelumnya, pemotor bonceng tiga di Semarang tertabrak kereta barang di perlintasan Jalan Kokrosono Semarang. Insiden yang menewaskan siswa SD inisial HRA (9) itu diduga terjadi karena pengendara motor memaksa menerobos palang perlintasan.
Polisi mengungkapkan, paman yang mengendarai motor, dan tertabrak kereta di rel Jalan Kokrosono sekitar pukul 07.00 WIB itu sudah diperingatkan oleh petugas perlintasan. Namun meski petugas sudah berteriak, pengendara motor tetap menerobos palang kereta.
Hal itu disampaikan Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah, Iptu Nurul. Motor Honda itu dikendarai paman korban, yakni Rujito (45). Dia memboncengkan dua orang kakak-adik yang masih SD, HRA (9) dan ZIA (12).
"Korban yang mengendarai sepeda motor menerobos palang pintu perlintasan yang saat itu sudah ditutup karena akan dilalui kereta barang," kata Nurul melalui pesan singkat kepada detikJateng, Senin (20/7).
Menurut Nurul, petugas penjaga perlintasan sebelumnya telah menutup palang pintu dan memberikan peringatan kepada pengendara. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan.
"Petugas perlintasan juga sudah berteriak memperingatkan, tetapi korban tetap melintas," ujarnya.
Akibatnya, bagian belakang sepeda motor tertabrak kereta yang melaju dari arah barat menuju timur. Benturan keras membuat pengendara, dua penumpang, serta sepeda motor terpental hingga ke pembatas jalan.
"Saat dievakuasi para korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulans hebat ke RSUP Dr Kariadi Semarang," ucapnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung, mengatakan korban berinisial HRA (9), yakni sang adik, meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara kakaknya, ZIA (12) dan Rujito (45) mengalami luka pada kepala.
"Pembonceng HRA meninggal dunia di RSUP Dr Kariadi, luka pada cedera kepala," ucapnya.
