Jembatan Dengkeng Klaten Direhab, Warga Sambat Harus Memutar 3 Km

Jembatan Dengkeng Klaten Direhab, Warga Sambat Harus Memutar 3 Km

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Jumat, 17 Jul 2026 14:31 WIB
Warga melintas di Jembatan Baran, Kecamatan Cawas, Klaten.
Warga melintas di Jembatan Baran, Kecamatan Cawas, Klaten. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas, Klaten, direhab tetapi tidak menyediakan jembatan darurat. Meski ada jembatan alternatif, warga ternyata mengeluhkan jarak dan juga padatnya kendaraan yang melintas.

Jembatan alternatif terdekat yang bisa dilalui warga ada tiga yaitu jembatan Tegalrejo di Desa Baran, Kecamatan Cawas, jembatan Modran di Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, dan jembatan Talang di Desa Talang, Kecamatan Bayat.

Jembatan Baran berada di timur jembatan Dengkeng dengan jarak memutar sekitar tiga kilometer. Lebar jembatan hanya pas untuk mobil kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di jembatan Baran, kendaraan harus bergantian melintas, baik sepeda motor maupun mobil. Warga sekitar berjaga bergantian agar tidak muncul kemacetan.

Jika memilih jembatan Modran, warga memutar sekitar tiga kilometer ke barat jembatan Dengkeng. Jembatan Modran tidak bisa dilalui kendaraan roda empat karena sempit.

ADVERTISEMENT

Sepeda motor pun harus antre bergantian melintas dari utara atau selatan. Di ujung jembatan dijaga petugas berseragam rompi proyek.

Berbeda dengan dua jembatan tersebut, jembatan Talang lebih lebar dan bisa dilalui kendaraan besar. Hanya saja jalur ke jembatan tersebut tetap tidak bisa dilalui kendaraan besar dan jarak memutarnya sekitar empat kilometer.

Untuk kendaraan besar, truk maupun bus bisa melalui jembatan Balak, Desa Balak, Kecamatan Cawas di Jalan Raya Posis-Cawas. Sejak bulan ini sampai akhir tahun, warga harus memilih empat jembatan tersebut dengan berbagai ungkapan perasaan.

"Ya kerepotan banget lah, kita tiap hari harus ke Cawas. Mau ke sana (jembatan Modran, Talang, Balak) semua memutar jauh, " ungkap warga Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, Tini kepada detikJateng, Jumat (17/7/2026) saat antre di jembatan Baran.

Menurut Tini, setiap hari dirinya pulang pergi ke pasar Cawas dan mengantar sekolah. Setelah jembatan dibongkar harus memutar lewat jembatan Baran.

"Sekarang setiap hari harus memutar ke sini. Mestinya sini hanya untuk motor saja sehingga tidak antre begini, kadang macet," katanya.

Jarwandi, relawan yang berjaga di jembatan Baran mengatakan sejak jembatan Dengkeng dibongkar, jembatan Baran jadi jembatan utama. Lalu lintas kadang macet.

"Kadang macet sampai perempatan sana (sekitar 500 meter). Kalau pagi jam 06.00 WIB, siang jam 12.00 WIB dan sore jam 16.00 WIB padat setiap hari karena harus bergantian," kata Jarwandi kepada detikJateng.

Menurut Jarwandi, dari empat jembatan alternatif, jembatan desanya paling padat karena dekat ke kota Cawas. Yang lewat bukan saja orang lokal tapi juga luar daerah.

"Dari luar daerah juga banyak karena ini jadi jalur utama. Kita buat satu arah bergantian, yang jaga warga sini ada sekitar 13 orang giliran," lanjut Jarwandi.

Jomen, penjaga lain mengatakan meskipun sudah dijaga warga tetap ada pengendara yang ngeyel. Padahal hanya bisa untuk satu arah karena sempitnya.

"Ada saja yang ngeyel, mau bagaimana lagi karena tidak ada jembatan darurat. Kalau ada jembatan darurat minimal bisa untuk motor," katanya.

Pedagang Pasar Cawas, Riyanto mengaku dibongkarnya jembatan Dengkeng berpengaruh pada pedagang. Penyebabnya akses jalan yang jauh.

"Karena akses jalan yang agak jauh, terutama untuk pelanggan dari utara sungai. Omzet pedagang turun sekitar 50 persen, ini mungkin baru awal," kata Riyanto.

"Tapi nantinya setelah pembangunan selesai bisa akan menunjang dan mempengaruhi peningkatan pendapatan pedagang, itu harapan kami," terang Riyanto.

Sebelumnya diberitakan, jembatan Dengkeng di atas Sungai Dengkeng, kota Kecamatan Cawas, Klaten, hari ini resmi ditutup. Empat alat berat berupa drill dan ekskavator dikerahkan untuk membongkar jembatan di jalur Klaten-Gunungkidul-Sukoharjo tersebut.

"Mulai hari ini sudah mulai dibongkar. Kalau terdampak iya terdampak, namun hanya sementara," kata Camat Cawas, Joko Purwanto kepada detikJateng, Jumat (10/7/2026) siang.

Menurut Joko, mobilitas warga tidak terkendala karena ada beberapa jalur alternatif. Untuk kendaraan roda dua bisa melewati jalan lingkar Cawas lurus melewati jembatan Jobondo, Desa Baran.

"Roda 2 bisa melewati jalan lingkar Cawas lurus melewati jembatan Jobondo, Desa Baran lalu ke kiri nanti tembus jalan provinsi. Untuk mobil bisa melewati Baran - Tirtomarto - Japanan - Pakisan," ujar Joko.

"Kalau dari arah barat atau Klaten bisa lewat Talang, Kecamatan Bayat-Planggu, Kecamatan Trucuk. Untuk bus dan truk besar bisa lewat Temuwangi-Soka Karangdowo-Posis," imbuhnya.

Margono, warga sekitar jembatan, mengatakan proses pemugaran jembatan sudah dimulai. Warga berharap ada jembatan darurat agar kendaraan roda dua bisa melintas tanpa harus memutar jauh.

"Sebenarnya kami berharap pembangunan jembatan Dengkeng ini bisa memikirkan dampak. Minimal dibuatkan jembatan darurat agar aktivitas kendaraan roda dua bisa melintas," kata dia.



(alg/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads