4 SDN di Karanganyar Tak Dapat Murid Baru Tahun Ini

4 SDN di Karanganyar Tak Dapat Murid Baru Tahun Ini

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 15 Jul 2026 18:48 WIB
Ilustrasi masuk sekolah hari pertama. Tahun ajaran baru dan MPLS.
Foto: Gemini AI Ilustrasi masuk sekolah hari pertama. Tahun ajaran baru dan MPLS.
Karanganyar -

Sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Karanganyar tak mendapat siswa tahun ini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan ada empat sekolah yang sama sekali tidak mendapatkan murid baru pada tahun ajaran ini.

Keempat sekolah tersebut yakni SDN 3 Blumbang di Kecamatan Tawangmangu, SDN 3 Jatiwarno di Kecamatan Jatipuro, SDN 4 Seloromo di Kecamatan Jenawi, dan SDN 3 Tunggulrejo di Kecamatan Jumantono.

"Terkait dengan SPMB 2026, ada beberapa SD di Kabupaten Karanganyar itu sampai hari ini tidak mendapatkan murid. Ada di Tawangmangu itu ada dua, kemudian di Jenawi itu ada satu, kemudian di Jatipuro itu juga ada satu," katanya ditemui di Ruang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan untuk sekolah yang tidak ada siswa yang mendaftar otomatis kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi kelas 1 di sekolah-sekolah tersebut ditiadakan. Meski demikian, pihak dinas memastikan aktivitas belajar mengajar untuk kelas 2 hingga kelas 6 tetap berjalan normal.

ADVERTISEMENT

"Karena tidak ada murid baru, berarti SD tersebut tidak melakukan MPLS di tahun 2026. Tapi harapan kami tetap saling mendukung, karena meski murid barunya tidak ada, murid-murid lama yang sudah masuk sebelumnya tetap melaksanakan kegiatan (pembelajaran) seperti biasa," tuturnya.

Ia merinci, tidak ada siswa karena beberapa faktor. Salah satu alasan utamanya adalah letak geografis sekolah yang sulit dijangkau.

"Pertama terkait geografis, seperti di Kelurahan Blumbang, Tawangmangu. Posisi sekolahnya terlalu tinggi dan permukiman masyarakat terlalu jauh dari lokasi sekolah," jelasnya.

Selain faktor alam, menjamurnya sekolah-sekolah baru di sekitar wilayah tersebut juga membuat persaingan mendapatkan murid semakin ketat. Ditambah lagi, jumlah anak usia sekolah di lingkungan tersebut memang tergolong minim.

"Termasuk usia masuk sekolah juga itu pengaruh juga seperti itu karena sekarang kan juga bermunculan terkait dengan sekolah-sekolah yang baru ya, itu juga salah satu pengaruh terkait dengan apa bersaingnya mendapatkan murid dalam sekolah tersebut," bebernya.

Menindaklanjuti hal itu, Disdikbud Karanganyar telah menerjunkan tim ke lokasi-lokasi sekolah tersebut untuk melakukan evaluasi. Bahkan, ada sekolah yang diketahui sudah tidak mendapatkan murid selama dua tahun berturut-turut.

"Dari tahun ke tahun seperti di Blumbang itu kan memang 2 tahun berturut-turut kan tidak ada muridnya ya, makanya ini tadi kami evaluasi. Kami tadi juga meninjau ke lokasi, kemudian ada beberapa teman-teman ke lokasi juga di Kelurahan Blumbang di salah satu SD, kemudian Seloromo juga di Jenawi, kemudian di Jatipuro," jelasnya.

Ia mengatakan penggabungan atau regrouping akan dilakukan pada ajaran tahun depan.

"Tahun ini tidak mungkin melakukan regrouping. Makanya tahun ajaran berikutnya kita evaluasi lagi. Misalkan kalau tetap tidak mendapatkan murid, jalan terakhir adalah regrouping atau digabung," tegasnya.

Pihaknya meminta masyarakat tidak risau. Proses regrouping akan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu kegiatan belajar siswa yang masih ada.

"Kami harus hati-hati karena di situ masih ada siswa-siswi yang melakukan KBM. Harapan kami masyarakat tidak terlalu risau terkait adanya rencana regrouping tersebut," pungkasnya.



(apu/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads